GemaWarta – 02 Mei 2026 | Pemerintah Indonesia mempercepat pembangunan seratus gudang baru milik Perum Bulog dengan total investasi sekitar Rp5 triliun. Langkah ini diambil setelah stok beras 5 juta ton tercatat pada akhir April 2026, melampaui target empat juta ton yang ditetapkan sebelumnya.
Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 pada 11 Maret 2026, yang mengamanatkan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp5 triliun untuk memperkuat infrastruktur logistik pangan, khususnya gudang pascapanen Bulog. Kebijakan tersebut menegaskan bahwa penguatan fasilitas penyimpanan, pengeringan, dan distribusi menjadi kunci utama menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pasokan beras nasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa lonjakan produksi membuat kapasitas gudang eksisting tidak lagi mencukupi. Pada 23 April 2026, total stok beras yang dikuasai Bulog, termasuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan beras komersial, mencapai 5.000.198 ton. Kapasitas operasional gudang Bulog tercatat 3.074.769 ton, sementara gudang sewa/filial menambah 2.735.096 ton, meninggalkan sisa ruang hanya 809.667 ton.
“Kami sudah menyewa hampir 2 juta ton gudang di seluruh Indonesia, dan masih membutuhkan tambahan sekitar 1 juta ton karena produksi terus meningkat,” kata Amran saat meninjau gudang JDP Karawang 1 Logistic Park.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa kondisi penuh tidak hanya di gudang milik Bulog, melainkan juga di gudang swasta yang disewa. Ia menilai pencapaian ini sebagai bukti nyata swasembada pangan, bukan sekadar klaim. Bulog kini mengandalkan anggaran cadangan beras pemerintah sebesar Rp68,1 triliun dalam bentuk Operasi Intervensi Pasar (OIP) dengan subsidi bunga yang menurunkan suku bunga efektif menjadi 5% (3% ditanggung Bulog, 2% disubsidi pemerintah).
Koordinator Bidang Pangan Kementerian Koordinator (Menko) Zulkifli Hasan menambahkan bahwa pembangunan 100 gudang baru akan dilengkapi teknologi penyimpanan modern, memungkinkan beras bertahan hingga dua tahun tanpa penurunan kualitas. “Anggaran total Rp5 triliun akan digunakan untuk 100 titik gudang dengan kapasitas tambahan 250.000–300.000 ton per gudang,” ujarnya dalam rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan.
Sebagai langkah konkret, pemerintah juga menyalurkan 388,3 ribu ton beras melalui Skema Harga Pemerataan (SPHP) untuk menstabilkan harga di pasar tradisional. Distribusi tersebut diharapkan menekan fluktuasi harga dan memberi manfaat langsung kepada konsumen serta petani.
Para pakar ekonomi, termasuk Esther Sri Astuti dari Institute for Development of Economics and Finance, menilai pembangunan gudang modern dapat meningkatkan efisiensi rantai pasok, mengurangi kehilangan pascapanen, dan menurunkan biaya logistik hingga 20%. “Dengan menyimpan surplus pada musim panen dan melepaskannya saat musim kemarau, gudang membantu menstabilkan harga pasar,” ujarnya. Namun, Astuti memperingatkan perlunya perhatian terhadap risiko operasional seperti kelembapan tinggi, kebakaran, serta dampak lingkungan akibat konversi lahan.
Berikut data ringkas kapasitas gudang Bulog per 23 April 2026:
| Kategori | Ton |
|---|---|
| Gudang Operasional | 3.074.769 |
| Gudang Sewa/Filial | 2.735.096 |
| Total Kapasitas | 5.809.865 |
| Stok Beras (CBP + Komersial) | 5.000.198 |
| Sisa Ruang | 809.667 |
Dengan target tidak melakukan impor beras pada tahun 2026, pemerintah menaruh harapan besar pada sinergi antara peningkatan produksi, penguatan infrastruktur gudang, dan kebijakan distribusi yang tepat. Jika semua rencana berjalan lancar, Indonesia diperkirakan dapat menjaga kestabilan harga pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Secara keseluruhan, langkah pembangunan seratus gudang baru dan alokasi dana Rp5 triliun merupakan respons strategis pemerintah menghadapi lonjakan stok beras 5 juta ton. Keberhasilan implementasi akan sangat menentukan kemampuan negara dalam menjaga harga beras tetap terjangkau dan memastikan pasokan pangan yang berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia.











