Bisnis

Bandara Soekarno-Hatta Layani 25,9 Juta Penumpang dan Menjadi Tersibuk Kedua di Asia Tenggara

×

Bandara Soekarno-Hatta Layani 25,9 Juta Penumpang dan Menjadi Tersibuk Kedua di Asia Tenggara

Share this article
Bandara Soekarno-Hatta Layani 25,9 Juta Penumpang dan Menjadi Tersibuk Kedua di Asia Tenggara
Bandara Soekarno-Hatta Layani 25,9 Juta Penumpang dan Menjadi Tersibuk Kedua di Asia Tenggara

GemaWarta – 09 Agustus 2026 | Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil meraih peringkat kedua sebagai bandara tersibuk di Asia Tenggara berdasarkan laporan OAG Southeast Asia Aviation Market edisi Juli 2026. Hal tersebut dihitung berdasarkan kapasitas kursi penerbangan terjadwal (scheduled seat capacity), yakni sekitar 3,32 juta kursi atau meningkat 3,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Bandara Soekarno-Hatta melayani 70 maskapai yang menghubungkan Indonesia ke 202 destinasi, terdiri dari 130 rute internasional dan 72 rute domestik. Selama Januari hingga Juni, bandara ini melayani 25,9 juta penumpang dengan 177.724 pergerakan pesawat. Dari total penumpang tersebut, 17,55 juta merupakan penumpang domestik, sisanya 8,35 juta merupakan penumpang internasional.

🔖 Baca juga:
Aramco Hadir di Filipina, Membuka Stasiun Bahan Bakar Pertama di Sucat

Keberhasilan ini juga didukung oleh operasional Bandara Husein Sastranegara yang kembali melayani penerbangan pesawat jet berbadan sedang (narrow body) mulai 14 Agustus 2026. Maskapai nasional Garuda Indonesia akan menjadi operator perdana yang melayani rute Bandung-Denpasar (PP) setelah mendapatkan persetujuan resmi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai mengoperasikan Posko Pengawasan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Posko ini menjadi instrumen pengawasan langsung untuk memastikan keberangkatan jemaah umrah sesuai ketentuan dan mencegah potensi kerugian bagi jemaah.

🔖 Baca juga:
Garuda Indonesia Bergeliat: Kebijakan Fleksibel, Kepemimpinan Baru di Ancol, dan Kebangkitan Film ‘Garuda di Dadaku’

Di lain sisi, terjadi penangkapan seorang pilot maskapai asing di Bandara Soekarno-Hatta karena membawa 25 kilogram narkotika. Pilot tersebut bertindak sebagai pengamat penerbangan dan tidak mengendalikan pesawat selama perjalanan. Petugas menyita 70.114 kapsul narkoba serta mendapati hasil tes medis pelaku positif.

Dalam menghadapi kasus ini, Malaysia Airlines menyatakan bahwa pilot tersebut hanya kopilot dan tidak mengendalikan pesawat selama penerbangan. Dua penerbang utama tetap menjalankan operasional penerbangan dari Malaysia menuju Indonesia secara penuh tanpa gangguan.

🔖 Baca juga:
Lion Air: Dari Pensiunkan Boeing 747-400 Hingga Rencana IPO, Apa Yang Terjadi?

Kesimpulan dari berbagai kejadian di Bandara Soekarno-Hatta menunjukkan bahwa bandara ini terus berkembang dan meningkatkan kualitas layanan. Namun, perlu diwaspadai adanya potensi kejahatan dan penyalahgunaan yang dapat merugikan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *