Ekonomi

BEI Ungkap Pertemuan dengan MSCI, Janji Perlakuan Khusus untuk 9 Emiten High Shareholding Concentration

×

BEI Ungkap Pertemuan dengan MSCI, Janji Perlakuan Khusus untuk 9 Emiten High Shareholding Concentration

Share this article
BEI Ungkap Pertemuan dengan MSCI, Janji Perlakuan Khusus untuk 9 Emiten High Shareholding Concentration
BEI Ungkap Pertemuan dengan MSCI, Janji Perlakuan Khusus untuk 9 Emiten High Shareholding Concentration

GemaWarta – 22 April 2026 | Jakarta, 21 April 2026 – Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen bursa untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan penyedia indeks global, termasuk MSCI. Dalam konferensi pers yang digelar di gedung IDX, Hendrik mengungkap rincian pertemuan terakhir dengan MSCI yang berlangsung pada 16 April 2026 serta rencana perlakuan khusus bagi sembilan emiten yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC).

Jeffrey menekankan bahwa dialog berkelanjutan dengan MSCI dan investor global menjadi kunci utama dalam memperkuat struktur pasar modal Indonesia. “Kami akan terus berkomunikasi dengan index provider serta investor global untuk memperoleh masukan yang konstruktif demi penguatan pasar modal ke depan,” ujar Hendrik kepada wartawan.

🔖 Baca juga:
MSCI nasib saham RI: Reformasi Pasar Modal Indonesia dan Implikasi Bagi Investor

Berbagai agenda reformasi yang telah diajukan oleh BEI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) telah mendapat pengakuan dari MSCI. Empat proposal utama yang disampaikan antara lain peningkatan transparansi kepemilikan saham, penyempurnaan metodologi free‑float, serta penyesuaian data pemegang saham 1 persen untuk perhitungan indeks.

Meski demikian, MSCI menyatakan bahwa beberapa kebijakan masih ditahan. Berikut adalah langkah‑langkah yang tetap dipertahankan:

  • Pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).
  • Pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).
  • Pembekuan perpindahan naik antarindeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Selain itu, MSCI mengumumkan kebijakan khusus terkait saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi. Sebanyak sembilan emiten yang telah diidentifikasi oleh regulator Indonesia sebagai memiliki High Shareholding Concentration akan mendapatkan perlakuan khusus. Kebijakan ini mencakup penyesuaian estimasi free‑float serta kemungkinan penghapusan saham tersebut dari indeks MSCI, guna menjaga integritas dan investabilitas pasar.

🔖 Baca juga:
BNI Ungkap Kronologi Penggelapan Dana Gereja Rp28 Miliar: Langkah Pemulihan dan Jaminan Keamanan Nasabah

Daftar sembilan emiten HSC yang menjadi fokus antara lain PT A, PT B, PT C, PT D, PT E, PT F, PT G, PT H, dan PT I (nama perusahaan dirahasiakan hingga ada keputusan final). BEI menegaskan bahwa setiap langkah akan diambil berdasarkan data yang transparan dan sesuai dengan standar internasional.

MSCI juga menambahkan bahwa mereka akan meninjau kembali kebijakan ini dalam Market Accessibility Review yang dijadwalkan pada Juni 2026. Review tersebut akan melibatkan masukan dari pelaku pasar, regulator, serta institusi keuangan global untuk menilai dampak jangka panjang pada investabilitas Indonesia.

Penguatan hubungan antara BEI dan MSCI diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor asing, memperluas basis likuiditas, dan pada akhirnya menurunkan biaya modal bagi perusahaan Indonesia. Jeffrey menutup pernyataannya dengan optimism bahwa reformasi yang sedang berjalan akan menjadikan pasar modal Indonesia lebih kompetitif di kancah global.

🔖 Baca juga:
Dividen Hari Ini: Dua Saham Cum Date Berikan Yield Empat Kali Lebih Tinggi dari Bunga Deposito Bank

Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil mencerminkan upaya bersama antara otoritas pasar modal, regulator, dan indeks provider untuk menciptakan ekosistem investasi yang lebih terbuka, adil, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *