Ekonomi

Emiten Indonesia Siap Menghadapi Tantangan Baru di Pasar Modal

×

Emiten Indonesia Siap Menghadapi Tantangan Baru di Pasar Modal

Share this article
Emiten Indonesia Siap Menghadapi Tantangan Baru di Pasar Modal
Emiten Indonesia Siap Menghadapi Tantangan Baru di Pasar Modal

GemaWarta – 22 Juli 2026 | Pasar modal Indonesia saat ini dihadapkan pada beberapa tantangan baru, termasuk perubahan regulasi dan meningkatnya kebutuhan akan laporan keberlanjutan. Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) mencatat bahwa lebih dari 800 perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keberlanjutan hingga batas waktu pelaporan pada April 2026. Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana Nugraha mengatakan bahwa jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 771 emiten.

AEI juga memproyeksikan bahwa hasil evaluasi laporan keberlanjutan akan terbit pada Juli 2026. Evaluasi tersebut bertujuan memetakan tingkat penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) di kalangan emiten, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pelaku pasar modal. Menurut Gilman, laporan keberlanjutan tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemenuhan kewajiban regulasi, tetapi juga menjadi instrumen bagi perusahaan untuk mengukur kemajuan penerapan bisnis berkelanjutan.

🔖 Baca juga:
Bank Indonesia Naikkan BI Rate untuk Stabilkan Rupiah

Sementara itu, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi tetap solid pada semester II-2026, seiring tingginya kebutuhan refinancing emiten-emiten di pasar modal Indonesia. Pefindo memproyeksikan penerbitan surat utang korporasi masih akan berada pada kisaran Rp154 triliun-Rp196,86 triliun dengan titik tengah sebesar Rp175,77 triliun sepanjang 2026.

Di sisi lain, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengadakan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Jakarta. DSSA mulai memperluas bisnis ke infrastruktur digital, dari pusat data, telekomunikasi hingga pengembangan ekosistem AI. Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Wilbert Arifin mengatakan bahwa peluang bisnis AI saat ini memang belum menjadi penggerak utama kinerja keuangan perseroan.

🔖 Baca juga:
Irlandia vs Qatar: Negara Terkaya di Dunia

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan sebanyak 59 perusahaan tercatat yang berpotensi mengalami pembatalan pencatatan saham atau delisting dari bursa. Dalam daftar tersebut, terdapat tiga emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Indofarma Tbk (INAF), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Kesimpulan, pasar modal Indonesia saat ini dihadapkan pada beberapa tantangan baru, termasuk perubahan regulasi dan meningkatnya kebutuhan akan laporan keberlanjutan. Emiten-emiten di Indonesia harus siap menghadapi tantangan tersebut dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kinerja keuangan dan bisnis mereka.

🔖 Baca juga:
INET Genggam Proyek Kabel Laut Besar dan Sinergi dengan Raksasa Cina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *