GemaWarta – 09 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan saham Selasa, 9 Juni 2026. Hal ini disebabkan oleh tekanan jual yang kuat pada beberapa saham besar. Menurut analis, IHSG berpeluang melemah ke level 5.184-5.282.
Aktivitas jual bersih investor asing juga memperparah tekanan pada IHSG. Sementara itu, beberapa analis merekomendasikan saham-saham seperti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebagai pilihan strategis.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa sempat menyarankan publik untuk membeli saham di tengah kondisi IHSG yang masih anjlok. Namun, Ketua Bakom RI M Qodari berkelakar bahwa Purbaya bukan trader dan perlu memperhatikan target ketika bermain saham.
IHSG bergerak konsolidasi pada perdagangan hari ini, dengan level support diperkirakan berada di level 5.314, 5.052, dan 4.858, serta level resistance di level 5.732, 5.964, 6.264, dan 6.459. Analis lain juga menyarankan saham-saham seperti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sebagai pilihan strategis.
Dalam beberapa hari terakhir, IHSG mengalami tekanan hebat, dengan penurunan hingga 4,15% ke level 5.362. Aktivitas jual bersih investor asing juga memperparah tekanan pada IHSG. Sementara itu, rupiah juga melemah hingga level Rp 18.200 per dolar AS.
Kondisi ini membuat investor perlu berhati-hati dalam melakukan transaksi saham. Mereka perlu memperhatikan target dan melakukan analisis teknikal sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.
Dalam kesimpulan, IHSG diperkirakan melemah pada perdagangan saham Selasa, 9 Juni 2026, disebabkan oleh tekanan jual yang kuat dan aktivitas jual bersih investor asing. Investor perlu berhati-hati dan melakukan analisis teknikal sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.











