Ekonomi

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa yang Terjadi?

×

Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa yang Terjadi?

Share this article
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa yang Terjadi?
Nilai Tukar Rupiah Melemah, Apa yang Terjadi?

GemaWarta – 29 Juli 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada Selasa, 28 Juli 2026. Menurut data dari Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah mencapai Rp18.088 per dolar AS, melesu 0,51% dari penutupan perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini kembali terjadi setelah 16 Juli lalu yang mencapai Rp18.041 per dolar AS.

Lesunya rupiah dipengaruhi oleh potensi bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), yang akan mempertahankan suku bunga. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan bahwa lesunya rupiah juga dipengaruhi oleh pengunduran diri Gubernur BI, Perry Warjiyo, yang sempat direspons negatif oleh pasar.

🔖 Baca juga:
Rupiah 17.326 Pecah Rekor Terendah, UEA Keluar OPEC Picu Gejolak Pasar Valas

Namun, penunjukan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI baru memberi optimisme pasar akan komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan laju inflasi, serta mempertahankan stabilitas sistem keuangan yang berkelanjutan.

Sementara itu, PT Pertamina Geothermal Energy (PGEO) mendapatkan akses pendanaan sebesar 75 juta dolar AS dari Bank Mizuho Indonesia untuk pengembangan proyek panas bumi. Pendanaan ini akan digunakan untuk mencapai target kapasitas terpasang 1 gigawatt pada tahun 2028.

🔖 Baca juga:
Kasus Jampidsus Febrie Adriansyah: Tinjauan Tugas dan Fungsi Jampidsus di Kejaksaan Agung

Di lain pihak, mantan Deputi Jaksa Agung Khusus, Febrie Adriansyah, ditangkap setelah ditemukan 19 juta dolar AS dan 74 kilogram emas di rumahnya. Febrie dituduh melakukan money laundering saat menjabat sebagai Deputi Jaksa Agung Khusus.

Dalam beberapa hari terakhir, nilai tukar rupiah terus melemah. Pada Rabu, 29 Juli 2026, nilai tukar rupiah melemah 0,09% menjadi Rp18.099 per dolar AS. Sementara itu, pada Selasa, 28 Juli 2026, nilai tukar rupiah melemah 0,34% menjadi Rp18.070 per dolar AS.

🔖 Baca juga:
Mata Uang Kripto: Kenali Modus Penipuan dan Manfaat Stablecoin

Kondisi ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah masih belum stabil dan terus dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik domestik maupun internasional. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan membuat keputusan yang tepat dalam melakukan transaksi valuta asing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *