GemaWarta – 26 Juni 2026 | Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, telah menimbulkan kekhawatiran tentang ketahanan energi nasional. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, termasuk menahan rencana ekspor batu bara untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pemerintah telah melakukan rapat koordinasi untuk memverifikasi pasokan batu bara bagi pembangkit listrik milik PT PLN Persero. Bahlil juga mengungkapkan bahwa kebutuhan batu bara untuk pembangkit PLN mencapai 154 juta metrik ton dalam setahun, yang pemenuhannya dijamin oleh regulasi Domestic Market Obligation (DMO).
Menurut Bahlil, masalah listrik ini urusannya menyangkut hajat hidup orang banyak. Oleh sebab itu menjadi kewajiban khususnya pemerintah dan PLN untuk menjaga dan memastikan agar masyarakat dapat dilayani dengan baik. Bahlil juga mengatakan bahwa pemerintah akan membentuk tim pengadaan batu bara transparan yang diawasi aparat hukum guna mencegah krisis energi di masa depan.
Selain itu, pemerintah juga telah mengambil langkah untuk meningkatkan ketahanan energi nasional, termasuk dengan menerapkan kebijakan bioetanol atau E20 untuk memangkas impor bensin. Langkah ini disebut menjadi bagian dari upaya konversi energi agar ketergantungan terhadap pasokan impor dapat ditekan.
Pemadaman listrik bergilir juga menimbulkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah dan PLN harus bekerja sama untuk memastikan bahwa pasokan listrik dapat dipenuhi dengan baik dan stabil.
Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah dan PLN harus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan ketahanan energi nasional. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi energi dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, dan memperbaiki infrastruktur energi.
Dengan demikian, diharapkan bahwa pemadaman listrik bergilir dapat diatasi dan ketahanan energi nasional dapat ditingkatkan. Hal ini akan memiliki dampak positif terhadap kegiatan ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.









