GemaWarta – 07 Agustus 2026 | Pertamina, perusahaan minyak negara Indonesia, baru-baru ini melaporkan kinerja yang positif di semester pertama tahun 2026. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), anak usaha Pertamina, membukukan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 480,29 miliar. Angka ini melonjak 76,87% secara tahunan dari periode yang sama tahun lalu.
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) juga mencatat produksi minyak 59,3 ribu barel per hari dan produksi gas sebesar 621 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) di semester pertama tahun 2026. Kinerja keselamatan mencapai 73,1 juta jam kerja selamat, nihil kecelakaan, dan TRIR 0,03.
Di sisi lain, Pertamina juga menghadapi masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dikeluhkan masyarakat. Antrean panjang di SPBU masih ditemukan di beberapa daerah, termasuk Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Warga yang beralih ke BBM nonsubsidi harus menghadapi antrean untuk mendapatkan Pertamax.
Anggota Komisi II DPRD Kota Mataram, Misban Ratmaji, mengkritik kinerja Pertamina menyusul kembali terjadinya kelangkaan BBM bersubsidi. Menurutnya, persoalan distribusi BBM yang terus berulang menunjukkan lemahnya profesionalisme dalam pengelolaan layanan kepada publik.
Pertamina berupaya menambah kuota Pertamax di beberapa daerah untuk mengatasi kelangkaan BBM. Namun, perusahaan juga harus memperbaiki sistem distribusi dan langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya kelangkaan BBM di masa depan.
Kesimpulan, kinerja Pertamina di semester pertama tahun 2026 menunjukkan hasil yang positif, namun perusahaan masih harus menghadapi masalah kelangkaan BBM bersubsidi. Pertamina harus memperbaiki sistem distribusi dan langkah antisipasi untuk menghindari terjadinya kelangkaan BBM di masa depan.

