Ekonomi

Purbaya Yudhi Sadewa: Kondisi Ekonomi Indonesia Berbeda dengan Krisis 1998

×

Purbaya Yudhi Sadewa: Kondisi Ekonomi Indonesia Berbeda dengan Krisis 1998

Share this article
Purbaya Yudhi Sadewa: Kondisi Ekonomi Indonesia Berbeda dengan Krisis 1998
Purbaya Yudhi Sadewa: Kondisi Ekonomi Indonesia Berbeda dengan Krisis 1998

GemaWarta – 19 Mei 2026 | Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berbeda dengan krisis 1997-1998. Purbaya menyatakan bahwa Indonesia belum mengalami resesi dan pertumbuhan ekonomi masih berjalan. Ia juga meminta investor pasar modal tidak panik menghadapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah telah mengatur belanja negara secara cermat, termasuk untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan berbagai program pembangunan lainnya. Ia juga menyatakan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dijaga di bawah batas aman, yakni di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

🔖 Baca juga:
Krisis Pangan Global dan Dampaknya pada Peternakan Unggas di Indonesia

Purbaya juga merespons pelemahan IHSG pada perdagangan preopening IHSG turun 94,344 poin atau 1,40 persen ke level 6.628,976, Senin pagi. Menurut dia, penurunan tersebut hanya dipengaruhi sentimen jangka pendek dan bukan mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Purbaya juga menyebut The Economist sebagai ‘media bodoh’ karena salah paham terkait dana Rp200 triliun. Ia menegaskan bahwa pemilik The Economist merupakan keluarga konglomerat Agnelli asal Eropa, dan gurita bisnis pemilik The Economist mencakup raksasa otomotif dunia seperti Ferrari.

🔖 Baca juga:
Rupiah Terus Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS juga menjadi perhatian Purbaya. Rupiah melemah 1,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya, dan mencapai level terlemah rupiah secara intraday di pasar spot atau mencetak all time low baru.

Dalam menghadapi situasi ini, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan menjaga stabilitas pasar obligasi agar investor asing tidak menarik dananya dari Indonesia. Pemerintah, kata dia, mulai meningkatkan intervensi di pasar obligasi untuk menjaga harga surat utang tetap stabil.

🔖 Baca juga:
MSCI Siapkan Penghapusan BREN dan DSSA: Dampak Besar pada Harga dan Rekomendasi Analis

Kondisi Purbaya Yudhi Sadewa sendiri juga menjadi perhatian. Ia mengalami penurunan berat badan sebesar 9 kg dan sempat disuntik 8 kali. Namun, ia tetap optimis dan yakin bahwa kondisi ekonomi Indonesia akan membaik.

Untuk menghadapi situasi ini, Purbaya menyarankan investor untuk tidak panik dan tetap optimis. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan melakukan perbaikan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *