Ekonomi

Rupiah Melemah, IHSG Terpuruk, dan Mata Uang Terlemah di Dunia: Apa yang Terjadi?

×

Rupiah Melemah, IHSG Terpuruk, dan Mata Uang Terlemah di Dunia: Apa yang Terjadi?

Share this article
Rupiah Melemah, IHSG Terpuruk, dan Mata Uang Terlemah di Dunia: Apa yang Terjadi?
Rupiah Melemah, IHSG Terpuruk, dan Mata Uang Terlemah di Dunia: Apa yang Terjadi?

GemaWarta – 19 Mei 2026 | Saat ini, ekonomi Indonesia sedang mengalami tekanan yang cukup besar. Rupiah melemah, IHSG terpuruk, dan Indonesia termasuk dalam daftar mata uang terlemah di dunia. Apa yang terjadi?

Rupiah melemah karena beberapa faktor, termasuk kenaikan imbal hasil obligasi AS dan lonjakan harga minyak. Hal ini membuat investor asing menjual saham dan obligasi Indonesia, sehingga menyebabkan rupiah melemah.

🔖 Baca juga:
Purbaya Janjikan Tanpa Kenaikan Pajak Sampai Ekonomi Capai 6% – Restitusi PPN Diperketat untuk Jaga Kas Negara

IHSG juga terpuruk karena sentimen negatif pasar global. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pembalikan arah atau short-term technical rebound pada perdagangan Selasa pagi ini. Peluang penguatan jangka pendek ini terbuka setelah indeks acuan domestik mengalami tekanan selama lima hari berturut-turut.

Indonesia termasuk dalam daftar mata uang terlemah di dunia. Rupiah Indonesia ikut masuk dalam daftar tersebut, disusul oleh mata uang lain seperti rial Iran, pound Lebanon, dan dong Vietnam. Kekuatan mata uang sering menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi ekonomi sebuah negara.

🔖 Baca juga:
ASEAN Berjuang untuk Meningkatkan Kerja Sama Digital dan Keamanan Pangan

Anggota Komisi XI DPR RI, Primus Yustisio, mengkritik tajam kinerja Bank Indonesia terkait pelemahan nilai tukar rupiah. Primus menantang Gubernur BI Perry Warjiyo mundur karena dinilai gagal menjaga stabilitas moneter nasional.

Beberapa negara Asia lainnya juga mengalami pelemahan mata uang. Indian rupee, Thai baht, dan Philippine peso telah slid ke multi-year lows terhadap dolar AS. Kenaikan harga minyak dan imbal hasil obligasi AS menjadi faktor utama pelemahan mata uang tersebut.

🔖 Baca juga:
Prabowo dan Luhut Bahas Ketahanan Ekonomi di Istana: Langkah Strategis Jaga Daya Beli dan Tarik Investasi Timur Tengah

Kondisi ini dipandang sebagai sinyal bahaya bagi krisis ekonomi jika otoritas moneter tidak segera mengambil langkah yang luar biasa. Oleh karena itu, perlu dilakukan penanganan yang efektif untuk mengatasi masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *