Ekonomi

Rupiah Terus Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?

×

Rupiah Terus Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?

Share this article
Rupiah Terus Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?
Rupiah Terus Melemah, Apa yang Harus Dilakukan?

GemaWarta – 23 Mei 2026 | Rupiah terus melemah dalam beberapa hari terakhir. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah mencapai level Rp17.716,5 per dolar AS pada penutupan perdagangan Jumat, 22 Mei 2026. Pelemahan ini disebabkan oleh defisit transaksi berjalan yang melebar hingga 4 miliar dolar AS pada triwulan pertama tahun 2026.

Menurut analis, pelemahan rupiah ini juga dipengaruhi oleh sentimen risk off yang masih membayangi pasar keuangan domestik. Tekanan jual di pasar ekuitas domestik yang belum mereda dalam beberapa sesi terakhir juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi pergerakan rupiah.

🔖 Baca juga:
Pasar Saham Indonesia Menghadapi Rebalancing MSCI: Apa yang Terjadi?

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menilai bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tidak semata-mata dipicu sentimen global. Ia menambahkan bahwa terdapat faktor domestik yang ikut menekan pergerakan mata uang Garuda, terlihat dari kinerja rupiah yang tertinggal dibanding mayoritas mata uang Asia sepanjang tahun ini.

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada pekan ini untuk membendung arus modal keluar dan meredam volatilitas nilai tukar. Keputusan ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

🔖 Baca juga:
Rupiah Berbalik Menguat, Ini Penyebabnya

Namun, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan bahwa pelemahan rupiah masih akan terus berlanjut hingga mencapai level Rp17.800 per dolar AS. Ia menyarankan investor untuk tetap waspada dan mengantisipasi perkembangan global, terutama prospek perdamaian di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia.

Kesimpulan, pelemahan rupiah terus berlanjut dan dipengaruhi oleh faktor domestik dan global. BI telah menaikkan suku bunga acuan untuk membendung arus modal keluar dan meredam volatilitas nilai tukar. Namun, investor harus tetap waspada dan mengantisipasi perkembangan global untuk meminimalkan kerugian.

🔖 Baca juga:
Dolar AS Menguat, Rupiah Tertekan: Apa Dampaknya Bagi Masyarakat Indonesia?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *