GemaWarta – 03 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat (3/7/2026), dengan penguatan 61,61 poin atau 1,07 persen ke level 5.806,17. Namun, kinerja saham sektor keuangan masih lesu sejak paruh pertama 2026. Berdasarkan data bursa, indeks sektor keuangan (IDXFIN) turun 16,80% sepanjang Januari – Juni 2026.
Lesunya kinerja sektor keuangan tertekan karena koreksi dalam saham-saham bank jumbo yang selama ini menjadi tonggak sektor ini. Padahal, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran kredit perbankan mencapai Rp 8.759 triliun, tumbuh 11,51% secara tahunan (yoy).
Banyak emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadwalkan pembayaran dividen saham pada bulan Juli 2026. Dividen saham merupakan pembagian laba kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki.
PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) kembali dapat diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan sahamnya. Perseroan memenuhi seluruh kewajiban yang sebelumnya menjadi dasar penghentian sementara perdagangan saham oleh BEI.
Enam saham mencatat kenaikan di atas 10 persen, dengan RMKO memimpin penguatan hingga 25 persen dan menjadi sorotan investor hari ini. IHSG dibuka menguat 61,61 poin atau 1,07 persen ke level 5.806,17 pada Jumat pagi, melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya.
Indeks saham unggulan seperti LQ45, IDX30, dan IDX80 turut naik lebih dari 2 persen, menunjukkan sentimen pasar yang solid di awal perdagangan. Investor membukukan transaksi sebesar Rp840 miliar, dengan volume transaksi yang diperjualbelikan sebesar 1,33 miliar lembar saham, dan frekuensi sebanyak 98 ribu kali.
Tim riset Stockbit Sekuritas menilai injeksi dana triliunan rupiah oleh pemerintah kepada bank-bank himbara memberikan sentimen positif. Seperti diketahui, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pada Jumat (26/6) bahwa pemerintah akan kembali menginjeksi dana saldo anggaran lebih (SAL) ke himpunan Himbara guna menjaga likuiditas perbankan.
Kesimpulan: Kinerja saham sektor keuangan masih lesu sejak paruh pertama 2026, namun terdapat peluang pergerakan saham bank jumbo menjadi lebih baik apabila terdapat penurunan suku bunga acuan, arus dana asing kembali masuk, stabilitas rupiah terjaga dan pertumbuhan laba tetap solid.











