Korupsi

Kasus Korupsi MBG: Skandal yang Mengguncang Program Makan Bergizi Gratis

×

Kasus Korupsi MBG: Skandal yang Mengguncang Program Makan Bergizi Gratis

Share this article
Kasus Korupsi MBG: Skandal yang Mengguncang Program Makan Bergizi Gratis
Kasus Korupsi MBG: Skandal yang Mengguncang Program Makan Bergizi Gratis

GemaWarta – 03 Juli 2026 | Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan untuk meningkatkan gizi anak-anak di Indonesia, kini tengah dilanda skandal korupsi. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.

Salah satu tersangka adalah Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan (LMIM), yang diduga terlibat dalam pengadaan food tray atau ompreng untuk program MBG. Ia berperan sebagai Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama pada Badan Gizi Nasional (BGN) dan diduga meminta izin kepada tersangka lain, Sony Sonjaya, untuk melakukan penjualan ompreng kepada calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

🔖 Baca juga:
Hery Susanto Jadi Tersangka Suap Rp 1,5 Miliar, Ombudsman Minta Maaf atas Kontroversi

Kejagung juga menetapkan tersangka lain, yaitu Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, Lodewyk Pusung, Andri Mulyono, dan Glory Harimas Sihombing. Mereka diduga terlibat dalam pengadaan motor listrik senilai Rp1 triliun yang bermasalah, dengan realisasi hanya 3.229 unit dari 21.081 unit namun pembayaran sudah dilakukan penuh.

Skandal korupsi ini menimbulkan kekhawatiran tentang pengelolaan dana publik dan integritas program pemerintah. Kejagung berjanji untuk terus menyelidiki kasus ini dan membawa para pelaku ke pengadilan.

🔖 Baca juga:
Ibrahim Arief Klaim Intimidasi, Penetapan Tersangka Kasus Chromebook Memicu Kontroversi

Mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung, telah mengajukan gugatan praperadilan untuk membantah penetapan dirinya sebagai tersangka. Namun, Kejagung menyatakan siap menghadapi gugatan tersebut dan membela keputusan mereka.

Kasus korupsi MBG ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik. Pemerintah harus terus berupaya untuk memastikan bahwa program-program mereka dijalankan dengan efektif dan efisien, serta bebas dari praktik korupsi.

🔖 Baca juga:
Korupsi di Indonesia: Fakta Baru dan Modus yang Mengkhawatirkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *