GemaWarta – 08 Agustus 2026 | Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya mengemban tanggung jawab penting di tingkat internasional. Kali ini, Bank Dunia menunjuknya sebagai Independent Co-Chair dalam proses replenishment atau pengisian kembali dana International Development Association (IDA) untuk periode ke-22 atau IDA22.
Penunjukan tersebut membuat Sri Mulyani kembali terlibat langsung dalam agenda pembiayaan pembangunan global. Ia akan berperan dalam menggalang dukungan kebijakan sekaligus komitmen pembiayaan dari negara-negara donor dan negara penerima pinjaman IDA.
Dalam menjalankan tugasnya, Sri Mulyani akan berpasangan dengan Direktur Pelaksana Bank Dunia, Paschal Donohoe, yang bertindak sebagai co-chair dari pihak Bank Dunia. Bank Dunia mengumumkan penunjukan Sri Mulyani setelah proses pemilihan yang melibatkan perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Ia berhasil terpilih dari sejumlah kandidat yang sebelumnya masuk dalam daftar pendek. Bank Dunia menjelaskan bahwa proses tersebut dilakukan melalui sebuah komite pencarian yang terdiri dari perwakilan kelompok negara donor dan peminjam.
Penunjukan Sri Mulyani sebagai Independent Co-Chair IDA22 diumumkan Bank Dunia melalui keterangan resminya. Ia dipilih setelah melalui proses seleksi yang melibatkan perwakilan negara donor dan negara peminjam.
Bank Dunia menyebut Sri Mulyani terpilih dari sejumlah kandidat yang masuk dalam daftar pendek. Proses IDA22 dimulai pada Desember 2026 dan berakhir dengan penyampaian komitmen pendanaan pada Desember 2027.
Dana yang dihimpun akan menentukan pembiayaan konsesional bagi 78 negara hingga 2031. Sri Mulyani akan bekerja bersama Paschal Donohoe untuk menggalang dukungan pendanaan negara donor dan peminjam.
Penunjukan kembali ini juga dinilai memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi global. Kehadiran tokoh Indonesia di lembaga internasional diharapkan dapat memperluas kontribusi terhadap penyusunan kebijakan pembangunan dunia.
Berbagai kalangan menilai pengalaman Sri Mulyani di pemerintahan maupun organisasi internasional menjadi modal penting untuk menjalankan tugas tersebut. Rekam jejaknya dalam menangani isu fiskal dan reformasi ekonomi membuatnya tetap menjadi salah satu ekonom Indonesia yang berpengaruh di tingkat global.
Dengan amanah baru tersebut, Sri Mulyani diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mendukung agenda pembangunan internasional sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dengan Bank Dunia. Penunjukan ini juga mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia terhadap kompetensi sumber daya manusia Indonesia di sektor ekonomi dan keuangan.







