GemaWarta – 11 Mei 2026 | Virus Hantavirus yang merebak di kapal pesiar MV Hondius dan membunuh tiga orang penumpang tidak perlu menyebabkan kepanikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), wabah Hantavirus ini bukan awal dari pandemi baru. Risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah. Hantavirus memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan Covid-19 yang sempat melumpuhkan dunia enam tahun lalu.
Ahli Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menyatakan bahwa wabah Hantavirus di MV Hondius belum memenuhi syarat menjadi pandemi seperti Covid-19. Penularan Hantavirus berbeda jauh dengan Covid-19 dan tidak semudah Covid-19.
Ada tiga syarat utama suatu wabah bisa dikategorikan menjadi pandemi. Pertama, wabah merupakan patogen baru sehingga belum membentuk imunitas publik. Kedua, belum ada vaksin yang dapat diproduksi. Ketiga, penularan antarmanusia yang efektif. Hantavirus sudah berkembang cukup lama sejak tahun 1976 dan pertama kali ditemukan di Sungai Hantan, Seoul, Korea Selatan.
Hantavirus dapat menyerang paru-paru dengan tingkat kematian hampir 50 persen. Virus ini dibawa oleh jenis tikus deer mice, yang menjadi penyebab utama HPS di Amerika Utara. Namun, hanya ada satu strain yang dapat menular antarmanusia, yakni strain Andes.
Kasus Hantavirus masih terlokalisir di daerah berisiko yang menjadi habitat tikus, mulai dari pelabuhan hingga gudang-gudang makanan. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik dan tetap menjaga perilaku hidup bersih untuk mencegah penularan Hantavirus.
Kesimpulan, Hantavirus bukanlah pandemi baru dan risiko kesehatan masyarakat secara umum masih tergolong rendah. Masyarakat perlu tetap waspada dan menjaga perilaku hidup bersih untuk mencegah penularan Hantavirus.











