GemaWarta – 13 Mei 2026 | Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah memicu kekhawatiran internasional setelah penumpang dan kru dari tujuh negara dinyatakan terinfeksi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi 11 kasus, termasuk tiga kematian, dengan sembilan di antaranya terkonfirmasi sebagai strain Andes hantavirus.
Kapal pesiar MV Hondius, yang memiliki kru dari 12 negara, mayoritas Filipina, telah menjadi fokus perhatian setelah wabah hantavirus terdeteksi di penumpang dan kru. Pasien asal Prancis yang terinfeksi hantavirus telah dievakuasi ke Paris dan berada dalam kondisi yang sangat kritis.
WHO telah menekankan bahwa siapa pun yang menunjukkan gejala harus segera diisolasi, dan negara-negara tujuan repatriasi penumpang kini bertanggung jawab memantau kondisi kesehatan mereka. Rekomendasi WHO adalah mereka harus dipantau secara aktif di fasilitas karantina tertentu atau di rumah selama 42 hari sejak paparan terakhir.
Kasus hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menimbulkan kekhawatiran tentang prosedur skrining di atas kapal yang dianggap lalai dalam membedakan gejala fisik. Kesalahan diagnosis ini memperburuk situasi darurat kesehatan internasional yang sedang berlangsung di beberapa negara sekaligus.
Penumpang terakhir kapal pesiar MV Hondius telah dievakuasi, dan kasus hantavirus terus bertambah. Otoritas kesehatan dunia menyoroti prosedur skrining di atas kapal yang dianggap lalai dalam membedakan gejala fisik.
Kesimpulan, wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah memicu kekhawatiran internasional dan menimbulkan kekhawatiran tentang prosedur skrining di atas kapal. Kasus hantavirus terus bertambah, dan otoritas kesehatan dunia terus memantau situasi darurat kesehatan internasional yang sedang berlangsung.











