GemaWarta – 09 Mei 2026 | Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menewaskan tiga orang dan memicu penyelidikan global. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melacak kontak erat untuk mencegah penularan lebih luas. Hantavirus merupakan kelompok virus yang dibawa hewan pengerat, terutama tikus, dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan atau ginjal.
Kasus kematian akibat wabah ini mulai tercatat sejak 11 April 2026. Tiga korban terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang perempuan asal Jerman. Selain itu, sejumlah kasus positif lain juga telah dikonfirmasi, termasuk seorang pria yang dievakuasi dari Ascension Island dan beberapa penumpang lain yang dipindahkan ke Belanda dan Afrika Selatan.
WHO menegaskan risiko publik tetap rendah, namun seluruh penumpang diwajibkan isolasi 45 hari sementara investigasi mencari sumber kontaminasi di dalam kapal. Penularan Hantavirus biasanya terjadi saat seseorang menghirup partikel debu yang tercemar urine, feses, atau air liur hewan pengerat.
Para penumpang kapal pesiar MV Hondius mengaku tidak menyadari adanya wabah Hantavirus selama pelayaran. Mereka saling berpelukan dan berinteraksi tanpa mengetahui risiko penularan. Namun, setelah beberapa penumpang jatuh sakit, kapal tersebut diarahkan ke Kepulauan Canary untuk memulangkan penumpang yang sehat ke negara masing-masing.
Gejala Hantavirus dapat berbeda-beda, namun umumnya meliputi demam, sakit kepala, dan kelelahan. Jika tidak segera ditangani, infeksi Hantavirus dapat menyebabkan penyakit berat hingga kematian. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan pencegahan untuk menghindari penularan.
Untuk mencegah penularan Hantavirus, penting untuk menghindari kontak dengan hewan pengerat dan produknya, serta menjaga kebersihan lingkungan. Jika Anda memiliki gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.











