GemaWarta – 09 Mei 2026 | James Cameron, sutradara film Avatar, saat ini tengah dihadapkan pada tuntutan hukum dari aktris Q'orianka Kilcher. Kilcher menyatakan bahwa Cameron menggunakan likeness atau kemiripan wajahnya tanpa izin untuk karakter Neytiri dalam film Avatar.
Kilcher, yang pernah memerankan Pocahontas dalam film The New World, mengaku bahwa ia pertama kali bertemu Cameron pada sebuah acara amal setelah rilisnya film Avatar pada 2009. Cameron kemudian mengundang Kilcher ke kantornya, namun ia tidak hadir saat Kilcher berkunjung.
Sebagai gantinya, staf Cameron memberikan Kilcher sebuah cetakan sketsa dengan catatan tangan Cameron yang menyatakan bahwa kecantikan Kilcher merupakan inspirasi awal untuk karakter Neytiri. Kilcher menyatakan bahwa ia percaya catatan tersebut sebagai gestur pribadi dan tidak pernah membayangkan bahwa wajahnya akan digunakan dalam proses desain karakter tanpa izin.
Tuntutan hukum ini menyoroti pentingnya izin dan penggunaan likeness dalam industri hiburan. Kilcher menegaskan bahwa tindakan Cameron merupakan 'pengambilan' daripada inspirasi, dan bahwa ia berhak atas kompensasi untuk penggunaan wajahnya dalam film yang sangat sukses tersebut.
Sementara itu, Cameron juga dilaporkan sedang mengerjakan proyek-proyek lain, termasuk film konser 3D dengan Billie Eilish. Namun, tuntutan hukum ini dapat mempengaruhi reputasi dan karirnya di masa depan.
Kasus ini menimbulkan pertanyaan tentang etika penggunaan likeness dan inspirasi dalam industri kreatif. Apakah penggunaan likeness tanpa izin merupakan pelanggaran hak cipta, atau apakah itu merupakan bentuk inspirasi yang sah? Kasus ini akan terus dipantau untuk mengetahui perkembangan lebih lanjut.











