GemaWarta – 08 Mei 2026 | Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Erin Wartia, mantan istri Andre Taulany, terhadap asisten rumah tangganya (ART) Herawati, masih bergulir. Andre Taulany menegaskan untuk tidak lagi menyangkutpautkan dirinya dengan kasus tersebut.
"Enggak ada urusan sama gue," kata Andre. "Enggak ada. Gue enggak ada urusan sama dia, sudah jangan tanya-tanya gue lagi."
Andre juga meminta agar nama belakangnya, Taulany, tidak dikaitkan dengan kasus tersebut. "Taulany itu isinya orang-orang baik," kata Andre. "Jadi jangan bawa-bawa nama Taulany."
Kasus dugaan penganiayaan ini bermula ketika Herawati melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu (29/4) dini hari. Erin dituduh melakukan kekerasan fisik, seperti pemukulan, pencekikan, hingga pengancaman menggunakan senjata tajam di rumahnya di kawasan Bintaro.
Namun, Erin membantah keras seluruh tudingan tersebut. Ia mengklaim punya bukti kuat berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari pekerja rumah tangga lain dan pihak keamanan yang membuktikan bahwa insiden penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi.
Penyalur ART, Nia Damanik, juga membantah memiliki hubungan soal pembayaran gaji ART dengan Andre Taulany. "Oh kita tidak tahu itu, kita nggak ada dari Pak Andre," ujar Nia.
Sementara itu, kuasa hukum pihak penyalur, Natalius Bangun, menyoroti pola komunikasi Erin Wartia saat menanggapi komplain dari sang ART. Menurut Natalius, dalam bukti percakapan yang ada, Erin tidak memberikan bantahan tegas terhadap tuduhan pemukulan, melainkan justru memfokuskan pembicaraan pada kesalahan kerja si ART.
Hingga saat ini, laporan dugaan penganiayaan tersebut masih diproses oleh Polres Metro Jakarta Selatan. Pihak penyalur berencana akan menggelar konferensi pers lanjutan pada Sabtu (9/5/2026) untuk membeberkan bukti-bukti lainnya kepada publik.
Erin Wartia kini masuk dalam daftar hitam (blacklist) sejumlah yayasan penyalur tenaga kerja. Pihak penyalur mengungkapkan bahwa nama Erin tersebut telah menimbulkan trauma bagi dirinya sebagai penyalur.
"Trauma lah, pasti jelas trauma, dan saya tidak mungkin mau lagi (menyalurkan ART ke pihak Erin)," ujar Nia Damanik.











