HUKUM

Tragedi Katingan: Tiga Polisi Gugur dalam Operasi Penggerebekan Bandar Sabu

×

Tragedi Katingan: Tiga Polisi Gugur dalam Operasi Penggerebekan Bandar Sabu

Share this article
Tragedi Katingan: Tiga Polisi Gugur dalam Operasi Penggerebekan Bandar Sabu
Tragedi Katingan: Tiga Polisi Gugur dalam Operasi Penggerebekan Bandar Sabu

GemaWarta – 05 Juli 2026 | Operasi penangkapan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir dengan tragedi. Tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur dalam tugas, termasuk Bripda Nopandri Ramadhan dan Aiptu Sumariyanto yang sempat dinyatakan hilang sebelum ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.

Peristiwa ini memicu perhatian luas karena menggambarkan besarnya risiko yang dihadapi aparat saat memberantas jaringan narkotika di daerah yang memiliki medan berat sekaligus mendapat perlawanan dari kelompok pelaku.

🔖 Baca juga:
Terungkap! Lab Vape Narkoba di Jakarta Timur Bongkar Berawal dari Kecurigaan Driver Ojol

Korban pertama yang ditemukan adalah Bripda Nopandri Ramadhan. Anggota muda Satresnarkoba Polres Katingan itu ditemukan pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 15.55 WIB setelah tim pencarian menerima informasi adanya sesosok jasad yang mengapung di aliran sungai.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan petugas segera menuju lokasi untuk memastikan identitas korban. Setelah beberapa hari dilakukan pencarian intensif oleh tim gabungan, dua anggota polisi yang sebelumnya dinyatakan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran Sungai Katingan.

Polisi juga telah menangkap sejumlah terduga pelaku penyerangan, sementara dua bandar narkoba yang menjadi target operasi masih dalam pengejaran. Tim SAR gabungan sebelumnya juga telah menemukan jenazah korban pertama, yakni Bripda Nopandri Ramadhana, pada Sabtu (4/7/2026) sore.

Jasad korban ditemukan di Desa Tumbang Lahang, atau sekitar 36,4 kilometer dari titik awal dinyatakan hilang. Dengan ditemukannya kedua korban tersebut, jumlah personel Polri yang gugur dalam operasi tersebut bertambah menjadi tiga orang.

🔖 Baca juga:
Pencurian Marak, Polisi Tangkap Pelaku di Berbagai Daerah

Peristiwa ini memicu perhatian luas karena menggambarkan besarnya risiko yang dihadapi aparat saat memberantas jaringan narkotika di daerah yang memiliki medan berat sekaligus mendapat perlawanan dari kelompok pelaku.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono mengungkapkan, dengan penangkapan Robi, jumlah terduga pelaku yang telah diamankan menjadi dua orang. Meski demikian, polisi belum membeberkan secara rinci peran Robi karena penyidikan masih terus berlangsung.

Tim gabungan kini terus memburu dua nama lain yang diduga terlibat, yakni Ramblan dan Bio yang merupakan saudara kandung Saldy. Kapolres menegaskan, berakhirnya operasi pencarian dua anggota Polri yang sempat hilang membuat seluruh kekuatan aparat kini difokuskan untuk mengejar seluruh pelaku hingga berhasil ditangkap.

Kesedihan menyelimuti keluarga saat jenazah Aiptu Sumariyanto tiba di RS Bhayangkara Palangkaraya. Anak kandung almarhum, Khanza (16), mengaku masih terpukul atas kepergian sang ayah. Di matanya, Aiptu Sumariyanto merupakan sosok yang selalu menjadi teladan bagi keluarga.

🔖 Baca juga:
Penyelundupan di Indonesia: TNI AL dan Pihak Berwajib Gagalkan Beberapa Kasus Penyelundupan

Kapolri menginstruksikan tindakan tegas terukur terhadap gembong narkoba yang melawan. Insiden terjadi saat warga dan komplotan target operasi melakukan perlawanan brutal menggunakan parang serta senjata api rakitan, memaksa petugas menyelamatkan diri ke hutan dan sungai.

Dua anggota Polri yang sempat hilang saat penggerebekan narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, telah ditemukan tewas di sungai, menyusul satu rekan mereka yang sebelumnya gugur akibat senjata tajam. Total ada 3 anggota polisi yang tewas termasuk Aipda Yudhie Perdana Putra yang tewas akibat senjata tajam.

Kesimpulan, tragedi Katingan menjadi salah satu operasi pemberantasan narkoba paling berdarah dalam beberapa tahun terakhir. Operasi penangkapan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir dengan gugurnya tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan serta satu warga sipil. Polisi terus memburu pelaku yang masih dalam pengejaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *