GemaWarta – 15 April 2026 | Babak kedua perempat final UEFA Champions League 2025/2026 antara Barcelona dan Atletico Madrid berlangsung pada Selasa, 14 April 2026 malam, dengan kickoff dijadwalkan pukul 21.00 waktu setempat (02.00 WIB pada Rabu, 15 April). Pertandingan digelar di Stadion Wanda Metropolitano, Madrid, menambah ketegangan setelah Atletico berhasil menumpangkan kemenangan 2-0 pada leg pertama di Camp Nou.
Atletico Madrid, yang dipimpin oleh pelatih Diego Simeone, menurunkan formasi 4-4-2 dengan kiper Juan Musso sebagai garda terdepan. Barisan bek terdiri atas Nahuel Molina, Robin Le Normand, Clement Lenglet, dan Matteo Ruggeri. Lini tengah didominasi oleh Giuliano Simeone, Marcos Llorente, Koke, serta penyerang cepat Ademola Lookman. Antoine Griezmann dan Julian Álvarez menempati posisi penyerang utama.
Barcelona, dipimpin oleh Hansi Flick, menurunkan skuad termuda dalam sejarah mereka di fase knockout, dengan rata‑rata usia 24 tahun dan 347 hari. Formasi 4-2-3-1 diusung: kiper Joan Garcia; bek Jules Koundé, Eric Garcia, Gerard Martín, Joao Cancelo; dua gelandang tengah Pedri dan Gavi; tiga penyerang sayap Lamine Yamal, Fermin López, dan Dani Olmo; serta penyerang tunggal Ferran Torres. Lewandowski dan Rashford tercatat dalam susunan awal menurut laporan Sportstar, meski tidak tampil pada peluit akhir.
Laga dimulai dengan tempo tinggi. Barcelona membuka skor pada menit ke‑4 lewat Lamine Yamal yang menerima umpan pendek dari Ferran Torres, kemudian menembakkan bola datar melewati Musso. Empat menit kemudian, Ferran Torres menambah keunggulan Barca dengan gol tunggal setelah menerima umpan terobosan dari Dani Olmo, menyamakan agregat menjadi 2‑2. Momentum tampak berada di pihak tim tamu, yang menguasai sekitar 65% penguasaan bola pada babak pertama.
Namun, Atletico Madrid tidak tinggal diam. Pada menit ke‑31, Marcos Llorente menginisiasi serangan balik cepat, mengirimkan umpan silang akurat ke Ademola Lookman. Penyerang Inggris‑Nigeria itu menembus garis pertahanan dan menyalurkan bola ke sudut gawang, memaksa Joan Garcia gagal menahan tembakan. Gol tersebut mengembalikan keunggulan agregat Atletico menjadi 3‑2.
Statistik menunjukkan kedua tim mencatat enam tembakan tepat sasaran masing‑masing. Barcelona menembakkan tujuh tembakan dengan enam tepat, sementara Atletico menghasilkan enam tembakan dengan satu tepat. Meskipun Barcelona lebih dominan dalam penguasaan bola, Atletico memanfaatkan peluang balik secara efektif.
Penonton dapat menyaksikan aksi langsung melalui layanan streaming SonyLIV dan Sony Sports Network di India, serta TNT Sports di Inggris. Di Amerika Serikat, pertandingan disiarkan melalui Paramount+, sementara di platform HBO Max tersedia untuk pelanggan berlangganan. Penyiaran lokal di Indonesia dapat diakses melalui Vidio, meskipun beberapa sumber melaporkan pembatasan akses.
Setelah jeda, kedua tim tetap berjuang keras. Barcelona berupaya menekan pertahanan Atletico dengan pergerakan cepat Lamine Yamal dan Fermin López, namun pertahanan Atletico yang disiplin serta peran kiper Musso yang sigap membuat peluang Barcelona terbatas. Di sisi lain, Atletico memanfaatkan serangan balik dan permainan bola mati untuk mengancam pertahanan Barca.
Hasil akhir leg kedua berakhir dengan skor 2‑1 untuk Barcelona, sehingga agregat menjadi 3‑2 atas Atletico Madrid. Kemenangan tipis ini membawa Barca melaju ke semifinal Champions League, mengakhiri penantian lama sejak kegagalan melaju ke fase final pada musim sebelumnya. Bagi Atletico, kegagalan mempertahankan keunggulan dua gol menjadi pelajaran berharga bagi tim Simeone, yang kini harus menilai kembali strategi untuk kompetisi domestik.
Dengan pencapaian ini, Barcelona kembali menegaskan ambisinya untuk kembali ke puncak Eropa, sementara Atletico Madrid tetap menjadi ancaman kuat di kancah domestik dan Eropa. Kedua pelatih kini dapat menilai performa tim masing‑masing menjelang laga penting selanjutnya, dengan harapan dapat mengoptimalkan potensi pemain muda serta veteran berpengalaman.









