Ekonomi

Indonesia Bisa Beli Minyak Rusia Lebih Murah: Harga 59 Dolar per Barel dan Dampaknya bagi Perekonomian Nasional

×

Indonesia Bisa Beli Minyak Rusia Lebih Murah: Harga 59 Dolar per Barel dan Dampaknya bagi Perekonomian Nasional

Share this article
Indonesia Bisa Beli Minyak Rusia Lebih Murah: Harga 59 Dolar per Barel dan Dampaknya bagi Perekonomian Nasional
Indonesia Bisa Beli Minyak Rusia Lebih Murah: Harga 59 Dolar per Barel dan Dampaknya bagi Perekonomian Nasional

GemaWarta – 15 April 2026 | Jakarta, 14 April 2026 – Pemerintah Indonesia tengah mengeksplorasi peluang impor minyak mentah dari Rusia dengan harga yang jauh di bawah tarif pasar internasional. Menurut pakar energi Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayan Satyakti, Indonesia dapat memperoleh minyak Rusia seharga USD 59 per barel. Harga tersebut lebih rendah dibandingkan harga minyak dunia yang kini berkisar USD 100–116 per barel akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Penurunan harga minyak Rusia bermula dari sanksi embargo yang diberlakukan negara‑negara Barat sejak 2022. Sanksi tersebut menurunkan harga minyak Rusia menjadi USD 25 per barel pada tahun 2025. Meskipun demikian, pemerintah Rusia tetap menetapkan harga jual ekspor sebesar USD 59 per barel, yang tetap kompetitif meskipun harga pasar global naik tajam.

🔖 Baca juga:
Harga Emas & Perak 14 April 2026: Antam Surabaya Naik, UBS & Galeri24 Tetap Di Bawah Rp2,9 Juta!

Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin, kerja sama energi menjadi agenda utama. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa pembicaraan mencakup tidak hanya pembelian minyak, tetapi juga pengembangan kilang, transfer teknologi, dan potensi kolaborasi di sektor energi bersih.

Jika biaya logistik, termasuk transportasi laut dan penanganan, diperkirakan menambah sekitar 30 persen dari harga minyak, total biaya impor minyak Rusia bagi Indonesia akan berada di kisaran USD 76,7–80 per barel. Perhitungan tersebut masih jauh lebih murah dibandingkan harga tertinggi minyak dunia yang pernah mencapai USD 116 per barel, sehingga potensi penghematan mencapai 31–51 persen.

Berikut adalah rangkuman perkiraan biaya impor minyak Rusia:

🔖 Baca juga:
Lonjakan Rekening Dormant Uji Ambisi Inklusi Keuangan Indonesia: Antara Pencapaian Kuantitatif dan Kualitas Penggunaan
  • Harga dasar minyak Rusia: USD 59 per barel
  • Biaya logistik (≈30%): USD 17,7–21 per barel
  • Total estimasi biaya impor: USD 76,7–80 per barel

Penghematan ini diharapkan dapat menurunkan beban subsidi BBM pemerintah, mengurangi defisit perdagangan, dan menstabilkan harga dalam negeri. Dampak positif juga terasa pada sektor transportasi, industri manufaktur, dan rumah tangga yang sangat bergantung pada pasokan energi yang stabil dan terjangkau.

Selain aspek ekonomi, strategi diversifikasi sumber energi ini sejalan dengan komitmen Indonesia menuju ketahanan energi nasional. Dengan menambah pasokan dari Rusia, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pasar minyak tradisional di Timur Tengah yang saat ini terpengaruh oleh konflik di Selat Hormuz antara Amerika Serikat‑Israel dan Iran.

Namun, terdapat tantangan yang harus dihadapi. Sanksi internasional terhadap Rusia masih berlaku, sehingga mekanisme pembayaran dan transfer teknologi harus disesuaikan dengan regulasi yang ada. Selain itu, keamanan pengiriman melalui jalur laut perlu dipastikan mengingat potensi risiko geopolitik.

🔖 Baca juga:
Gaji Nahkoda Kapal Pesiar Mengguncang Industri: Dari Rp10 Juta hingga Rp3,2 Miliar Setahun

Para analis menilai bahwa keberhasilan negosiasi antara kedua negara akan bergantung pada kemampuan diplomatik dan fleksibilitas regulasi. Yayan Satyakti menambahkan, “Jika lobi antara Presiden Prabowo dan Presiden Putin berjalan lancar, Indonesia dapat memperoleh minyak dengan harga yang lebih kompetitif lagi, bahkan mungkin di bawah USD 59 per barel.”

Keputusan akhir mengenai volume pembelian, jangka waktu kontrak, dan mekanisme pembayaran masih dalam proses pembahasan di antara kementerian terkait. Pemerintah berjanji akan menyampaikan hasil akhir kepada publik dalam waktu dekat, sekaligus menegaskan komitmen untuk menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat.

Dengan potensi penghematan yang signifikan, langkah ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam strategi ekonomi nasional, khususnya dalam menghadapi fluktuasi pasar energi global yang semakin tidak menentu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *