GemaWarta – 30 April 2026 | Rumor tentang kembalinya Jose Mourinho ke Santiago Bernabeu kembali mengemuka setelah Real Madrid mengalami penurunan performa di Liga Champions dan berjuang menutup jarak sembilan poin dengan Barcelona. Meski Presiden La Liga Javier Tebas menyatakan siap menyambut hangat sang “Special One” bila ia kembali ke Spanyol, sejumlah tokoh penting di lingkungan klub tampak menolak keras usulan tersebut.
Florentino Perez, presiden Real Madrid, dikabarkan sedang mempertimbangkan pengganti sementara untuk posisi manajer setelah Alvaro Arbeloa diperkirakan akan mengakhiri kontraknya pada akhir musim. Mourinho, yang kini melatih Benfica sejak September 2025, memiliki klausul dalam kontraknya yang memungkinkan pemutusan hubungan kerja pada akhir musim ini. Namun, sikap mantan pelatih Los Blancos ini tetap bungkam ketika dihubungi oleh media mengenai potensi kepindahannya.
Berbagai legenda Real Madrid, termasuk mantan kapten dan tokoh senior, menyuarakan keprihatinan mereka. Mereka menilai bahwa kepulangan Mourinho tidak akan menyelesaikan masalah struktural klub dan malah dapat menambah ketegangan di dalam skuad. Alasan penolakan mereka dapat diringkas dalam beberapa poin utama:
- Usia dan Kondisi Fisik: Pada usia 63 tahun, Mourinho berada di fase akhir karier kepelatihannya. Pengalaman luasnya tak terbantahkan, namun dinamika taktik modern menuntut adaptasi cepat yang tidak selalu dapat diberikan oleh pelatih senior.
- Rekam Jejak Terakhir: Sejak meninggalkan Real pada 2013, Mourinho belum berhasil mengantarkan tim ke puncak liga secara konsisten. Di Benfica, meskipun mencatatkan beberapa kemenangan, ia belum mengukir gelar besar yang dapat diyakini akan mengangkat Real kembali ke puncak.
- Gaya Manajemen yang Kontroversial: Metode Mourinho yang cenderung mengandalkan pertahanan rapat dan taktik kontra-serang sering menuai kritik bila tidak berhasil. Di era di mana penguasaan bola menjadi kunci, Real Madrid mungkin memerlukan filosofi yang lebih ofensif.
- Kebutuhan Revitalisasi Tim: Setelah kegagalan di Liga Champions dan jarak jauh dari puncak La Liga, Real membutuhkan pembaruan struktural, termasuk kebijakan transfer dan pembangunan mentalitas juara. Sebuah perubahan besar pada posisi manajer dianggap belum cukup.
- Hubungan Internal: Meskipun Mourinho memiliki hubungan baik dengan Perez pada masa lalu, dinamika internal klub telah berubah. Beberapa pemain senior dilaporkan ragu akan pendekatan keras Mourinho, yang dapat memengaruhi moral tim.
Di sisi lain, Javier Tebas menilai bahwa kehadiran Mourinho dapat meningkatkan daya tarik kompetisi La Liga secara umum. “Mourinho selalu menghadirkan pertunjukan, sebuah tontonan, dan itu bagus untuk LaLiga,” ujarnya dalam wawancara dengan ESPN pada 30 April 2026. Pernyataan ini menegaskan bahwa ada kepentingan komersial di balik spekulasi tersebut.
Namun, Real Madrid tetap berada di posisi kedua klasemen dengan selisih signifikan dari pemimpin Barcelona. Dengan tekanan untuk segera mengubah nasib, klub diperkirakan akan meninjau pilihan manajer secara menyeluruh, memperhitungkan tidak hanya reputasi, tetapi juga kesesuaian taktik dengan visi jangka panjang.
Kesimpulannya, meskipun nama Jose Mourinho masih menjadi magnet bagi media dan penggemar, sejumlah tokoh berpengaruh di Real Madrid menolak keras kepulangannya. Penolakan tersebut didasari pertimbangan usia, gaya kepelatihan, hasil akhir karier, serta kebutuhan klub akan pembaruan menyeluruh. Real Madrid kini harus memilih langkah strategis yang mampu mengembalikan kejayaan mereka di panggung domestik dan Eropa.











