GemaWarta – 20 April 2026 | Thai Muay Thai superstar Rodtang Jitmuangnon kembali menjadi sorotan dunia setelah menyelesaikan sengketa kontrak dengan ONE Championship. Perselisihan yang sempat melibatkan proses hukum di tiga negara—Thailand, Jepang, dan Singapura—akhirnya berakhir melalui kesepakatan damai yang diumumkan pada hari Minggu, 19 April 2026, di Jitmuangnon Boxing Camp, Bangkok. Kesepakatan tersebut tidak hanya menghapus tuntutan hukum, tetapi juga membuka jalan bagi pertarungan bebas antara Rodtang dan legenda kickboxing Jepang, Takeru Segawa, yang dijadwalkan pada 29 April 2026 di Ariake Arena, Tokyo.
Awal mula konflik berawal pada akhir 2022 ketika ONE Championship memperbaharui kontrak dengan Rodtang. Menurut tim hukum Rodtang, dokumen yang diberikan hanya memuat tanda tangan sang petarung tanpa otorisasi resmi dari eksekutif ONE, menimbulkan keraguan tentang keabsahan kontrak tersebut. ONE Championship menanggapi dengan mengajukan gugatan di tiga yurisdiksi, menuntut ganti rugi sebesar 542 juta baht atas dugaan pelanggaran kontrak berulang.
Selama beberapa minggu berikutnya, kedua belah pihak melancarkan serangkaian pernyataan publik yang bersifat “radioaktif”. Rodtang menegaskan rasa hormatnya kepada pendiri ONE, Chatri Sityodtong, dan menyatakan keinginannya untuk tetap berkompetisi di dalam ring, bukan di pengadilan. Di sisi lain, ONE menuntut agar Rodtang tidak melanjutkan aksi hukum terkait kontrak 2022 dan meminta permohonan maaf atas kesalahpahaman yang muncul di media sosial.
Puncak ketegangan terjadi ketika Rodtang mengajukan permintaan status agen bebas menjelang pertarungan rematch dengan Takeru pada 29 April. ONE Championship menolak permintaan tersebut, menyatakan belum ada kesepakatan final. Namun, pada 19 April, kedua belah pihak berhasil mencapai kesepakatan yang mencakup poin-poin penting berikut:
- ONE Championship menarik semua gugatan sipil dan pidana di Thailand, Jepang, dan Singapura.
- Semua perjanjian lisan dan tertulis sebelumnya antara Rodtand dan ONE dibatalkan.
- Pertarungan pada 29 April akan dilaksanakan di bawah status agen bebas, tanpa ikatan kontrak yang dipersengketakan.
- Rodtang setuju untuk tidak mengajukan tindakan hukum lebih lanjut terkait sengketa 2022 dan tidak memposting konten yang dapat merugikan reputasi ONE.
- ONE berkomitmen untuk menanggapi kekhawatiran Rodtang terkait kontrak dan memastikan komunikasi yang lebih transparan ke depannya.
Dengan penandatanganan kesepakatan, pertarungan yang dijuluki “The Iron Man” antara Rodtang dan Takeru kini resmi terkonfirmasi sebagai pertarungan interim Flyweight Kickboxing World Title. Acara tersebut akan menjadi pembuka seri ONE Samurai 1, yang menandai langkah ONE Championship untuk memperluas eksistensinya di pasar Jepang.
Takeru Segawa, yang mengumumkan pensiun setelah laga ini, menganggap pertarungan melawan Rodtang sebagai kesempatan terakhir untuk menutup kariernya dengan kemenangan. Pada pertandingan sebelumnya pada Maret 2025, Takeru mengalami kekalahan KO dalam 80 detik di tangan Rodtang, memicu keinginan kuat untuk balas dendam. Kedua petarung kini berada di puncak kebugaran, dengan tim pelatih masing-masing menyiapkan strategi yang menitikberatkan pada kecepatan, teknik clinch, dan serangan kaki.
Para analis olahraga menilai bahwa pertarungan ini memiliki nilai komersial dan simbolik yang sangat tinggi. Bagi ONE Championship, penyelesaian sengketa menghilangkan awan gelap legal yang dapat mengganggu penjualan tiket, hak siar, serta sponsor internasional. Bagi Thailand, kehadiran Rodtang di panggung global memperkuat citra Muay Thai sebagai warisan budaya yang mampu bersaing di level dunia.
Secara finansial, Rodtang dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari 70 juta baht dalam empat tahun terakhir, menjadikannya atlet berpenghasilan tertinggi di roster ONE. Keputusan untuk mengizinkannya berkompetisi sebagai agen bebas memberi fleksibilitas tambahan dalam negosiasi bayaran di masa depan, sekaligus menjaga loyalitasnya terhadap promotor utama di Asia.
Penonton di seluruh dunia dapat menyaksikan pertarungan secara langsung melalui siaran live ONE Championship pada hari Rabu, 29 April 2026. Tanpa adanya gangguan hukum, sorotan utama kembali tertuju pada kemampuan teknis dan mental kedua petarung. Sejarah akan mencatat apakah Rodtang akan mempertegas dominasinya atau Takeru berhasil menulis akhir karier yang legendaris.
Dengan penyelesaian sengketa ini, ONE Championship menegaskan komitmennya untuk menyeimbangkan kepentingan atlet dan promotor, sekaligus memperkuat posisi Asia dalam peta olahraga beladiri internasional.











