Bencana Alam

Gempa Bumi Mengguncang Bengkulu, 208 Kali Sejak Awal 2026

×

Gempa Bumi Mengguncang Bengkulu, 208 Kali Sejak Awal 2026

Share this article
Gempa Bumi Mengguncang Bengkulu, 208 Kali Sejak Awal 2026
Gempa Bumi Mengguncang Bengkulu, 208 Kali Sejak Awal 2026

GemaWarta – 20 Mei 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang mencatat bahwa aktivitas gempa bumi di Provinsi Bengkulu cukup tinggi sejak awal tahun 2026. Hingga pertengahan Mei 2026, tercatat sebanyak 208 kejadian gempa mengguncang wilayah tersebut.

Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Pertama Stasiun Geofisika Kepahiang, Marsellei Justia, menyampaikan bahwa frekuensi gempa ini menjadi perhatian serius karena Bengkulu termasuk wilayah rawan bencana seismik.

🔖 Baca juga:
Keluarga Ungkap Penggelapan Rp4,7 Miliar oleh Menantu di Kepahiang: Uang Mertua Dipakai Selama Selingkuh

Secara geologis, Provinsi Bengkulu berada di kawasan yang sangat aktif secara tektonik. Wilayah ini berbatasan langsung dengan zona subduksi aktif antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Selain itu, terdapat sejumlah segmen sesar aktif yang melintasi wilayah Bengkulu.

Kondisi ini menyebabkan aktivitas gempa bumi cukup sering terjadi, baik dalam skala kecil maupun menengah. Faktor-faktor tersebut menjadikan Bengkulu sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan gempa yang tinggi di Indonesia.

BMKG mencatat gempa dengan magnitudo terbesar sepanjang periode Januari hingga Mei 2026 terjadi pada 7 Maret 2026 di Kabupaten Mukomuko dengan kekuatan 5,7 magnitudo. Gempa tersebut dirasakan di sejumlah wilayah dengan skala intensitas berbeda.

🔖 Baca juga:
Gempa Bumi di Indonesia: Informasi Terkini dan Upaya Mitigasi

BMKG menyebutkan bahwa aktivitas gempa di Bengkulu didominasi oleh gempa dangkal dengan magnitudo antara 2,0 hingga 4,0. Adapun wilayah yang paling sering mengalami gempa antara lain Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

Wilayah-wilayah tersebut berada dekat dengan sumber aktivitas tektonik sehingga lebih sering merasakan guncangan gempa. BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Edukasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko. Marsellei menekankan pentingnya masyarakat memahami langkah mitigasi bencana gempa.

🔖 Baca juga:
Gempa Magnitudo 6 Guncang Laut NTT, Dirasakan dari Atambua hingga Kupang dan Timor Leste

Masyarakat juga agar selalu mempersiapkan diri untuk melakukan evakuasi apabila sewaktu-waktu merasakan gempa dan tidak terpancing dengan informasi atau isu-isu yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan, gempa bumi di Bengkulu memang terjadi cukup sering dan dengan intensitas yang bervariasi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu siap dan waspada terhadap potensi gempa bumi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *