GemaWarta – 05 Agustus 2026 | Krisis yang mengancam kehidupan masyarakat mulai dari penyusutan debit sungai hingga krisis pangan. Di Jambi, debit Sungai Batanghari menyusut dan dikhawatirkan memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan bahwa kondisi ini berlanjut dan dapat menyebabkan ancaman kekeringan, krisis air bersih, hingga sulitnya pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
Di Papua Tengah, krisis pangan melanda Puncak sebagai dampak dari hujan es dan embun salju yang menyebabkan kegagalan panen dan kematian ternak. Penjabat Sekretaris Daerah Puncak, Nenu Tabuni, mengatakan bahwa masyarakat mengalami cuaca ekstrem yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, PT GNI, salah satu smelter nikel raksasa, terancam bangkrut dan melakukan PHK terhadap sekitar 1.900 pekerja. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan menjadi ranah kementeriannya.
Krisis iklim juga menjadi pertimbangan baru saat memilih hunian. Konsep pembangunan berkelanjutan dan green building mulai diterapkan untuk mengurangi dampak pembangunan terhadap lingkungan. Di Bekasi, krisis diam-diam menghantui kampung pemulung yang hidup berdampingan dengan gunungan sampah.
Kesimpulan, krisis yang mengancam kehidupan masyarakat mulai dari penyusutan debit sungai hingga krisis pangan dan iklim. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengatasi krisis tersebut dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keberlanjutan.











