GemaWarta – 22 Mei 2026 | Harga emas dunia mengalami peningkatan pada Rabu, 20 Mei 2026, didorong oleh harapan penyelesaian perang Iran yang menekan pasar minyak. Sentimen ini juga meredakan sejumlah kekhawatiran inflasi dan menurunkan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) dari level tertinggi baru-baru ini.
Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 1% menjadi USD 4.532,72 per ounce. Harga emas mencapai titik terendah lebih dari tujuh minggu sebelumnya. Di sisi lain, harga kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni naik 0,5% menjadi USD 4.535,30.
Penurunan harga obligasi berhenti dan logam kuning dan dolar AS baru-baru ini terdampak oleh aksi jual obligasi global yang tajam yang dipicu oleh para pedagang yang meningkatkan ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga di seluruh dunia untuk mengatasi guncangan inflasi yang muncul dari melonjaknya harga minyak akibat perang Iran.
Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi umumnya berdampak buruk bagi aset yang tidak menghasilkan imbal hasil seperti emas. Tingkat suku bunga yang lebih tinggi juga cenderung memperkuat dolar, yang membuat emas batangan lebih mahal untuk dimiliki oleh pembeli asing.
Penjualan obligasi mereda pada hari Rabu, menyebabkan imbal hasil obligasi pemerintah AS merosot. Namun, perajin usaha kecil mikro menengah (UMKM) tas Aceh mengeluh kenaikan harga bahan baku produksi dipicu oleh harga dollar AS yang melambung atas nilai tukar rupiah.
Melemahnya harga rupiah membuat harga bahan baku seperti kain, resleting, benang, dan aksesori tas mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini tentu saja berdampak pada biaya produksi dan laba yang diperoleh semakin kecil.
Dampak lain dari melemahnya rupiah adalah turunnya daya beli masyarakat. Sebelumnya, pelanggannya memesan 200 tas setiap bulan, kini hanya 60 tas per bulan.
Kesimpulan dari fenomena ini adalah bahwa harga emas dan dolar AS memiliki korelasi terbalik yang erat. Ketika dolar AS melemah, harga emas cenderung meningkat, dan sebaliknya. Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa perubahan nilai tukar rupiah dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk UMKM dan harga emas.











