Ekonomi

Dampak Dolar AS terhadap UMKM dan Harta Karun Mineral Kritis di Indonesia

×

Dampak Dolar AS terhadap UMKM dan Harta Karun Mineral Kritis di Indonesia

Share this article
Dampak Dolar AS terhadap UMKM dan Harta Karun Mineral Kritis di Indonesia
Dampak Dolar AS terhadap UMKM dan Harta Karun Mineral Kritis di Indonesia

GemaWarta – 25 Mei 2026 | Ekonomi lokal di Indonesia tidak terpisahkan dari dinamika global, terutama dalam konteks pengaruh dolar AS terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut akademisi Universitas Bandar Lampung, Niki Agus Santoso, pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa masyarakat desa tidak menggunakan mata uang dolar AS dalam aktivitas sehari-hari mencerminkan realitas transaksi domestik secara harfiah, namun UMKM tetap memiliki keterkaitan kuat dengan dinamika ekonomi global.

Dampak fluktuasi dolar dan ekonomi internasional ini menyasar berbagai sektor sensitif di tingkat lokal, seperti sektor kuliner, komoditas dan agribisnis, serta sektor kreatif lainnya. Selain itu, Indonesia juga memiliki harta karun mineral kritis yang dibutuhkan industri teknologi global, seperti zirkon yang mengandung zirkonium, titanium, unsur tanah jarang ringan (LREE), unsur tanah jarang berat (HREE), hingga uranium dan torium.

🔖 Baca juga:
Pertamina Perluas Akses Energi dan Perkuat UMKM, Ini Fakta Menariknya

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkap bahwa cadangan zirkon di Indonesia melimpah dan menyimpan mineral kritis yang dibutuhkan industri teknologi global. Namun, potensi besar industri hilirisasi mineral tersebut belum tergarap optimal. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Teknologi Mineral (PRTM) BRIN, Herry Poernomo, menyebut bahwa Indonesia memiliki fondasi kuat untuk membangun industri pemurnian titanium dan tanah jarang di dalam negeri.

Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa ekonomi lokal di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari dinamika global. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memperkuat industri UMKM dan memanfaatkan harta karun mineral kritis di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan daya saing dan memperoleh manfaat dari dinamika ekonomi global.

🔖 Baca juga:
Prabowo Perkenalkan Dony Oskaria sebagai Kepala Danantara, Pengelola Kekayaan Negara

Untuk mencapai hal ini, perlu dilakukan kerja sama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk memperkuat industri UMKM dan memanfaatkan harta karun mineral kritis di Indonesia. Selain itu, perlu dilakukan penelitian dan pengembangan teknologi untuk memperkuat industri pemurnian titanium dan tanah jarang di dalam negeri.

Dengan demikian, Indonesia dapat memperoleh manfaat dari dinamika ekonomi global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk memperkuat industri UMKM dan memanfaatkan harta karun mineral kritis di Indonesia.

🔖 Baca juga:
IHSG Berpotensi Menguat Terbatas pada Rabu 22 April 2026, Simak Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *