GemaWarta – 28 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diperkirakan bergerak fluktuatif tetapi cenderung ditutup melemah pada rentang Rp17.790 sampai Rp17.850 per dolar AS. Hal ini terjadi setelah rupiah ditutup melemah 0,29% atau 52 poin ke Rp17.795,50 pada perdagangan Selasa (26/5/2026).
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah pada perdagangan intraday kemarin sempat melemah 55 poin. "Perdagangan hari ini rupiah diperkirakan akan melanjutkan pelemahan," katanya.
Ibrahim menjelaskan sentimen yang menyertai pasar keuangan adalah adanya kekhawatiran pasar akan gagalnya perdamaian Amerika Serikat-Iran. Pada Senin malam, AS disebut telah melancarkan serangan baru pada lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau di Iran Selatan.
"Aksi militer baru ini sebagian besar mengimbangi sejumlah laporan sebelumnya yang menyatakan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan kerangka kerja untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz. Harga minyak turun tajam pada hari Senin setelah laporan-laporan ini, meskipun kurangnya kejelasan di lapangan membatasi penurunan harga minyak mentah," kata Ibrahim.
Sementara dari domestik, sentimen datang dari adanya krisis kepercayaan terhadap krisis ekonomi Indonesia yang sudah mulai nampak di depan mata. Kondisi ini membuat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS belum jelas sampai kapan terus berlanjut.
Dari sektor ketenagakerjaan, Ibrahim melihat adanya lonjakan PHK dalam sebulan terakhir. Kondisi tersebut mulai berdampak pada sejumlah perusahaan yang melakukan efisiensi hingga menghentikan operasional.
"Tekanan terhadap industri bukan hanya dipicu pelemahan rupiah, tetapi konflik geopolitik global juga mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) industri nonsubsidi yang turut menambah biaya produksi perusahaan," ujarnya.
Beberapa sektor industri yang diterpa PHK akhir-akhir ini antara lain sektor elektronik, otomotif, dan industri tekstil, garmen, dan alas kaki. Menurutnya, potensi PHK di sektor formal industri tersebut dapat mencapai 9.000 pekerja dalam tiga bulan ke depan.
"Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja terdampak PHK mencapai 15.425 orang sepanjang Januari hingga April 2026 dan dimungkinkan PHK besar akan berlanjut di bulan berikutnya," tandasnya.
Sementara itu, kurs dolar AS di beberapa bank besar juga mengalami fluktuasi. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.730 dan harga jual sebesar Rp17.850 berdasarkan e-rate.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS masing-masing sebesar Rp17.698 dan Rp17.890 untuk e-rate. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.740 dan harga jual sebesar Rp17.770 per dolar AS untuk special rate.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk special rates masing-masing sebesar Rp17.725 dan Rp17.825. Berdasarkan TT counter, BNI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.535 dan harga jual sebesar Rp17.835.
Kondisi ini menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih bergerak fluktuatif dan cenderung melemah. Oleh karena itu, masyarakat perlu memantau perkembangan nilai tukar rupiah dan melakukan strategi yang tepat untuk menghadapi fluktuasi ini.











