GemaWarta – 03 Juni 2026 | Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) telah memastikan bahwa dana kompensasi untuk mendukung program mandatori bahan bakar nabati biodiesel 50 persen campuran minyak sawit (B50) aman hingga akhir tahun 2026. Hal ini disampaikan oleh Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, yang menyatakan bahwa dana tersebut masih aman untuk tahun ini.
Sementara itu, dalam kasus yang berbeda, Polda Metro Jaya mengungkap modus dugaan penggelapan dana jemaah umrah yang dilakukan PT Hasanah Tama Internasional atau Hanania Group. Travel tersebut diduga menawarkan paket umrah dengan harga bervariasi melalui media sosial hingga akhirnya sejumlah jemaah gagal berangkat.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imannudin, mengatakan bahwa kasus ini bermula dari laporan polisi yang diterima SPKT Polda Metro Jaya pada 28 Mei 2026. Dalam penyelidikan, polisi menetapkan Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional berinisial ASFR sebagai tersangka.
Modus operandi yang dilakukan tersangka adalah menawarkan paket umrah dengan harga bervariasi melalui brosur yang diunggah di akun Instagram Hananiah Group. Paket yang ditawarkan bervariasi, mulai dari Rp 29 juta hingga Rp 46 juta dengan sejumlah fasilitas. Namun, jemaah yang dijadwalkan berangkat pada Maret dan April 2026 ternyata tak kunjung diberangkatkan.
Saat korban mempertanyakan kepastian keberangkatan, pihak manajemen disebut tidak dapat memberikan penjelasan terkait dana yang telah disetorkan. Polisi juga menemukan bahwa uang jemaah digunakan untuk kepentingan di luar urusan umrah jemaah, seperti membayar influencer untuk promosi paket umrah.
Dalam kasus lain, Fox News host Dana Perino juga mengalami kesedihan dengan kehilangan ayahnya, Leo Perino, yang meninggal pada usia 79 tahun di Denver, Colorado. Leo Perino adalah seorang aktivis masyarakat yang terlibat dalam pengembangan komunitas dan kegiatan sosial.
Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa dana dapat menjadi isu yang rumit dan kompleks, baik dalam konteks program pemerintah maupun kasus penipuan. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan menyelidiki informasi sebelum membuat keputusan yang terkait dengan dana.











