GemaWarta – 01 Agustus 2026 | Spekulasi tentang calon Gubernur Bank Indonesia (BI) mengemuka setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Salah satu nama yang banyak diperbincangkan adalah Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto. Thomas saat ini menjabat sebagai Deputi Gubernur BI sejak dilantik pada 9 Februari 2026.
Ekonom Universitas Sebelas Maret (UNS), Lukman Hakim, menilai Thomas memiliki peluang menjadi kandidat kuat. Namun, ia juga mengingatkan bahwa apabila penunjukan tersebut benar terjadi, pemerintah harus mampu menjaga transparansi agar tidak memunculkan persepsi negatif di mata publik maupun pelaku pasar.
Thomas Djiwandono lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia memiliki pengalaman yang luas di bidang ekonomi dan keuangan. Sebelum menjadi Deputi Gubernur BI, Thomas pernah menjabat sebagaiDirektur Eksekutif di sebuah lembaga keuangan internasional.
Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur BI memunculkan kebutuhan akan pemimpin baru yang dapat menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan di Indonesia. Thomas Djiwandono dipandang sebagai salah satu calon yang potensial untuk mengisi posisi tersebut.
Destry Damayanti, Pejabat Gubernur Sementara BI, menyatakan bahwa bank sentral akan tetap menjaga stabilitas rupiah dan inflasi sebagai prioritas utama. Ia juga menegaskan bahwa BI akan terus berkomitmen menjaga kinerja ekonomi dan keuangan di Indonesia.
Kursi Gubernur BI tidak boleh dibiarkan kosong terlalu lama karena dapat mempengaruhi kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah perlu segera menentukan calon Gubernur BI yang tepat untuk menggantikan Perry Warjiyo.
Thomas Djiwandono memiliki kesempatan besar untuk menjadi Gubernur BI berikutnya. Namun, keputusan akhir tetap ada di tangan pemerintah dan DPR. Apapun keputusannya, yang terpenting adalah menemukan pemimpin yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi dan keuangan di Indonesia.











