GemaWarta – 10 Agustus 2026 | Skor matematika siswa Indonesia masih perlu ditingkatkan, seperti yang terlihat dari survei PISA beberapa tahun terakhir. Hal ini mendorong para pegiat pendidikan untuk menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan spesifik setiap anak. Salah satu pendekatan yang kini semakin populer adalah pembelajaran berbasis personalisasi.
Metode ini memungkinkan anak belajar sesuai dengan tingkat pemahaman dan kecepatan perkembangan mereka sendiri. Dengan demikian, anak tidak akan merasa terpaksa, tapi justru lebih efektif karena bertahap dan membangun fondasi yang kuat.
Smartick, sebuah platform pembelajaran matematika daring untuk anak usia 4–14 tahun, telah memperkenalkan pendekatan ini di Indonesia. Dalam dua tahun, Smartick telah menjangkau lebih dari 43.000 pengguna, dengan laporan real-time yang membantu orangtua mendampingi anak di tengah keterbatasan waktu guru.
Metode latihan matematika adaptif dari Smartick dikembangkan dari riset pendidikan, psikologi kognitif, dan neurosains guna melatih logika serta penalaran. Dengan menggunakan Smartick, anak-anak dapat belajar matematika dengan lebih menyenangkan dan efektif.
Oleh karena itu, penting bagi orangtua dan pendidik untuk memahami kebutuhan anak dan memberikan dukungan yang tepat. Dengan demikian, skor matematika siswa Indonesia dapat ditingkatkan, dan anak-anak dapat memiliki fondasi yang kuat dalam matematika.
Sebagai kesimpulan, pembelajaran personal adalah kunci untuk meningkatkan skor matematika siswa Indonesia. Dengan menggunakan metode yang tepat dan memberikan dukungan yang tepat, anak-anak dapat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk sukses dalam matematika dan dalam kehidupan.









