BERITA

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Fenomena Langka yang Menarik Perhatian

×

Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Fenomena Langka yang Menarik Perhatian

Share this article
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Fenomena Langka yang Menarik Perhatian
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026: Fenomena Langka yang Menarik Perhatian

GemaWarta – 15 Agustus 2026 | Gerhana Matahari Total (GMT) merupakan salah satu fenomena astronomi yang langka dan menarik perhatian. Pada 12 Agustus 2026, GMT akan terjadi dan dapat disaksikan dari beberapa wilayah di dunia. Namun, sayangnya, Indonesia tidak termasuk dalam jalur lintasan gerhana ini.

GMT terjadi ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu garis lurus, sehingga Bulan menutupi seluruh piringan Matahari dari pandangan Bumi. Fenomena ini tidak dapat disaksikan dengan mata telanjang, melainkan harus menggunakan alat dan media yang memadai.

🔖 Baca juga:
Waspada El Nino Godzilla: Ancaman Panas Ekstrem, Kebakaran, dan Krisis Kesehatan di Jawa Barat serta Depok

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fase awal gerhana dimulai pukul 22.34 WIB pada 12 Agustus, fase total dimulai pukul 23.57 WIB, kemudian mencapai puncak pada 00.45 WIB, Kamis (13/8). Namun, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan Gerhana Matahari Total tersebut secara langsung dari wilayah Nusantara.

BMKG juga menyatakan bahwa jalur lintasan gerhana tidak melewati Indonesia, sementara rangkaian fasenya berlangsung ketika wilayah Indonesia berada dalam kondisi malam. Meski demikian, masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran langsung secara online yang disediakan lembaga astronomi dan sains.

🔖 Baca juga:
Gempa Sulawesi Tengah: Kerusakan Parah dan Korban Jiwa

Selain Gerhana Matahari Total, pada Agustus 2026 juga akan terjadi hujan meteor Perseid. Hujan meteor Perseid merupakan salah satu fenomena astronomi yang menarik dan dapat disaksikan dari Bumi tanpa bantuan alat optik khusus. Perseid berasal dari sisa debu dan puing Komet 109P/Swift-Tuttle yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi.

Puncak hujan meteor Perseid diperkirakan terjadi pada 13 Agustus 2026, dengan sekitar 60 hingga 100 meteor per jam pada saat puncaknya. Namun, pengamatan hujan meteor Perseid dari Indonesia tidak akan maksimal karena puncaknya terjadi pada siang hari di Indonesia.

🔖 Baca juga:
Cuaca Hari Ini: Gempa dan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Berbagai Wilayah

Kesimpulan, Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 dan hujan meteor Perseid merupakan dua fenomena astronomi yang menarik perhatian dan dapat disaksikan dari beberapa wilayah di dunia. Meskipun Indonesia tidak termasuk dalam jalur lintasan gerhana, masyarakat tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran langsung secara online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *