BERITA

Gempa 7,7 Magnitudo di NTT, Korban Meninggal dan Kerusakan Parah

×

Gempa 7,7 Magnitudo di NTT, Korban Meninggal dan Kerusakan Parah

Share this article
Gempa 7,7 Magnitudo di NTT, Korban Meninggal dan Kerusakan Parah
Gempa 7,7 Magnitudo di NTT, Korban Meninggal dan Kerusakan Parah

GemaWarta – 15 Agustus 2026 | Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengumumkan bahwa gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay, Kabupaten Nagekeo, telah menyebabkan kematian lima orang. Gubernur Melki menyampaikan informasi ini dalam konferensi pers di Kupang, Sabtu, setelah menerima laporan terakhir.

Korban meninggal dunia akibat gempa bumi ini diduga karena reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa terjadi. Dua korban meninggal di Maumere, Kabupaten Sikka, dan tiga korban lainnya di Kabupaten Manggarai. Gubernur Melki menegaskan bahwa data detail terkait korban jiwa akan disampaikan setelah dia kembali dari Flores.

🔖 Baca juga:
Gibran Prabowo: Dinamika Politik dan Posisi Strategis

Gempa bumi ini juga menyebabkan kerusakan parah di beberapa daerah, termasuk bangunan yang rusak dan infrastruktur yang hancur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa gempa bumi ini memiliki episenter di 8,41 derajat lintang selatan dan 121,39 derajat bujur timur, dengan kedalaman 15 kilometer.

Selain itu, gempa bumi ini juga memicu peringatan tsunami di beberapa daerah pesisir. BMKG melaporkan bahwa gelombang tsunami telah terdeteksi di beberapa lokasi, dengan ketinggian gelombang mencapai 0,94 meter di Ende, NTT.

🔖 Baca juga:
Gempa 7,7 Magnitudo di NTT: Dampak dan Upaya Penanganan

Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya. Dalam pidato tersebut, Presiden Prabowo mengenalkan beberapa penerima bantuan dari pemerintah, termasuk Susanah, seorang buruh pengupas bawang yang mendapatkan upah sebesar Rp700.000 per kilogram.

Di sisi lain, Federasi Kempo Indonesia (FKI) Kabupaten Sumba Timur turut merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan mengikuti karnaval di Kota Waingapu. Keikutsertaan Kempo FKI Sumba Timur dalam karnaval ini bertujuan untuk memperkenalkan olahraga kempo kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya olahraga dalam kehidupan sehari-hari.

🔖 Baca juga:
Gempa Sulawesi Tengah: Kerusakan Parah dan Korban Jiwa

Penuntasan perkara rumah eks pejuang Timor Timur juga menjadi perhatian serius. Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menegaskan bahwa perkara ini harus diusut tuntas untuk memberikan kepastian hukum. Dia juga mendorong semua yang diduga terlibat untuk diselidiki dan menyarankan penanganan perkara ini diambil alih oleh Kejaksaan Agung untuk menghindari intervensi.

Kesimpulan, gempa bumi dengan magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT telah menyebabkan korban meninggal dan kerusakan parah. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk menyediakan bantuan dan memulihkan daerah yang terkena dampak. Selain itu, penuntasan perkara rumah eks pejuang Timor Timur juga harus diusut tuntas untuk memberikan kepastian hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *