Kriminal

Polisi Riau Ungkap Motif Perampokan Lansia: Sakit Hati dan Kebutuhan Ekonomi Memicu Pembunuhan Brutal

×

Polisi Riau Ungkap Motif Perampokan Lansia: Sakit Hati dan Kebutuhan Ekonomi Memicu Pembunuhan Brutal

Share this article
Polisi Riau Ungkap Motif Perampokan Lansia: Sakit Hati dan Kebutuhan Ekonomi Memicu Pembunuhan Brutal
Polisi Riau Ungkap Motif Perampokan Lansia: Sakit Hati dan Kebutuhan Ekonomi Memicu Pembunuhan Brutal

GemaWarta – 04 Mei 2026 | Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap rangkaian motif perampokan lansia yang mengakibatkan pembunuhan sadis seorang wanita berusia 60 tahun di kawasan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, Riau. Korban, yang dikenal sebagai Dimaris Isni Sitio, ditemukan tewas dengan luka memar akibat pemukulan kayu balok di dalam rumahnya pada Minggu, 3 Mei 2026.

Kombes Pol Muharman Arta, Kepala Polresta Pekanbaru, menjelaskan bahwa kasus ini melibatkan empat pelaku yang terdiri atas dua perempuan dan dua laki-laki. Salah satu pelaku, berinisial AFT, merupakan menantu korban yang berperan sebagai otak utama dalam aksi keji tersebut. AFT mengaku mengalami rasa sakit hati yang mendalam karena sering dimarahi dan diperlakukan tidak baik oleh korban selama tinggal bersama di rumah keluarga.

🔖 Baca juga:
Bobotoh Dilarang Hadir! Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Bhayangkara FC vs Persib Bandung – Detail Keamanan & Waktu Kick‑off

Selain rasa sakit hati, polisi menemukan motif ekonomi yang kuat. Para pelaku berniat menguasai harta benda korban, termasuk uang tunai, perhiasan, dan barang berharga lainnya. AFT bersama tiga rekanannya—SL (suami siri AFT), EW, dan L—menyusun rencana pencurian yang berujung pada pembunuhan ketika korban menolak menyerahkan hartanya.

Berikut susunan peran masing-masing pelaku berdasarkan penyelidikan Polresta:

  • AFT: Menantu korban, otak di balik rencana, dan pemicu utama motif sakit hati serta ekonomi.
  • SL: Suami siri AFT, berperan sebagai eksekutor yang memukul korban menggunakan balok kayu hingga tewas.
  • EW: Rekan AFT, membantu proses pencurian barang berharga setelah korban meninggal.
  • L: Rekan lain yang turut mengambil barang dan melarikan diri bersama.

Selama penyelidikan, tim gabungan Resmob Jatanras Polda Riau dan Sat Reskrim Polresta Pekanbaru melacak jejak para tersangka hingga lintas provinsi. Dua pelaku berhasil ditangkap di Aceh Tengah, sementara dua lainnya diamankan di Binjai, Sumatera Utara. Semua tersangka kini berada di tahanan Polresta Pekanbaru untuk proses penyidikan lanjutan.

🔖 Baca juga:
Rupiah 17.326 Pecah Rekor Terendah, UEA Keluar OPEC Picu Gejolak Pasar Valas

Polisi menegaskan bahwa motif perampokan lansia tidak semata‑mata bersifat material, melainkan dipengaruhi oleh dinamika emosional dalam hubungan keluarga. AFT mengaku bahwa selama tinggal bersama korban, ia sering diperlakukan dengan kasar, termasuk caci maki yang menimbulkan dendam mendalam. Kombes Muharman menambahkan, “Motifnya sakit hati, namun tak terlepas dari keinginan menguasai harta benda korban.”

Kasus ini menambah daftar panjang kejahatan berbasis ekonomi di wilayah Riau, terutama di tengah kondisi sosial‑ekonomi yang menantang. Warga Rumbai melaporkan kesulitan memperoleh BBM subsidi, yang menambah tekanan ekonomi pada masyarakat. Meskipun demikian, otoritas menegaskan bahwa tindakan kriminal tidak dapat dibenarkan oleh kondisi ekonomi semata.

Penangkapan keempat pelaku diharapkan menjadi efek jera bagi potensi kejahatan serupa di masa mendatang. Kombes Hasyim Risahondua, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau, menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas untuk melindungi kelompok rentan, termasuk lansia, dari tindakan keji yang dipicu rasa sakit hati dan kebutuhan ekonomi.

🔖 Baca juga:
Trenggiling Masuk Rumah Warga di Pekanbaru, Tim Damkar Bergerak Cepat Lakukan Evakuasi Darurat

Polisi akan mengajukan dakwaan dengan pasal berlapis kepada keempat tersangka. Jika terbukti bersalah, mereka dapat dijatuhi hukuman berat, termasuk hukuman mati, mengingat sifat kejam dan berencana dari aksi perampokan yang berujung pada pembunuhan.

Kasus ini juga menyoroti perlunya peningkatan pengawasan terhadap hubungan keluarga yang rentan menimbulkan konflik emosional. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk melaporkan tanda‑tanda potensi kekerasan dalam rumah tangga serta menyediakan bantuan sosial bagi keluarga yang berada dalam kesulitan ekonomi, guna mencegah terjadinya aksi kriminal serupa.

Dengan terungkapnya motif perampokan lansia, penyelidikan masih berlanjut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa, termasuk detail alur keuangan yang diperebutkan. Polresta Pekanbaru berjanji akan memberikan keterangan lengkap dalam konferensi pers resmi yang dijadwalkan besok siang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *