Pendidikan

Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat: Harga Rp179.900, Anggaran Rp27 Miliar, dan Penolakan Stradenine Terlibat

×

Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat: Harga Rp179.900, Anggaran Rp27 Miliar, dan Penolakan Stradenine Terlibat

Share this article
Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat: Harga Rp179.900, Anggaran Rp27 Miliar, dan Penolakan Stradenine Terlibat
Klarifikasi Sepatu Sekolah Rakyat: Harga Rp179.900, Anggaran Rp27 Miliar, dan Penolakan Stradenine Terlibat

GemaWarta – 05 Mei 2026 | Pemerintah Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul laporan tentang rencana pengadaan sepatu untuk siswa Program Sekolah Rakyat (SR) dengan total anggaran mencapai sekitar Rp27,5 miliar. Angka tersebut diperkirakan mencakup 39.345 pasang sepatu, yang secara sederhana menghasilkan estimasi biaya sekitar Rp700 ribu per pasang. Namun, estimasi tersebut menimbulkan pertanyaan luas mengingat harga pasar sepatu sekolah umumnya berada di kisaran Rp100 ribu hingga Rp300 ribu.

Isu tersebut memuncak ketika foto Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperlihatkan pemberian sepatu kepada sejumlah siswa. Foto itu kemudian dihubungkan dengan brand lokal Stradenine, yang dikenal memproduksi sepatu dengan harga Rp179.900 per pasang. Netizen menyoroti selisih lebih dari Rp500 ribu per pasang antara angka yang dibicarakan secara publik dan harga jual Stradenine, menimbulkan dugaan adanya keterlibatan brand tersebut dalam proyek pemerintah.

🔖 Baca juga:
Nadiem Makarim Mengakui Penyesalan, Minta Maaf Setelah 7 Bulan di Penjara: Menggugah Kesadaran tentang Budaya Birokrasi

Menanggapi spekulasi, pihak Stradenine merilis klarifikasi resmi melalui akun Instagram mereka pada 3 Mei 2026. Dalam pernyataan tersebut, brand menegaskan bahwa foto yang beredar merupakan dokumentasi lama yang dipakai untuk keperluan promosi internal, bukan bukti keterlibatan dalam pengadaan resmi. Stradenine menegaskan harga produk yang dimaksud adalah Rp179.900 per pasang, jauh di bawah angka Rp700 ribu yang beredar. Lebih penting, mereka menolak keras bahwa mereka pernah menerima pesanan atau bekerja sama secara langsung dengan Kemensos dalam program Sepatu Sekolah Rakyat.

Di sisi lain, Menteri Sosial Saifullah Yusuf memberikan klarifikasi terkait anggaran dan foto tersebut. Ia menegaskan bahwa foto pemberian sepatu merupakan inisiatif pribadi Gubernur Jawa Timur melalui program daerah, bukan bagian dari alokasi anggaran Kemensos. “Sepatu itu diberikan oleh Ibu Khofifah, bukan oleh Kementerian Sosial,” ujar Gus Ipul dalam konferensi pers di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, 5 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa anggaran Rp27 miliar masih berada pada tahap perencanaan awal dan akan melalui mekanisme lelang terbuka, yang memungkinkan harga akhir menjadi lebih rendah dari estimasi awal.

Gus Ipul juga menjelaskan bahwa alokasi dana tidak semata‑mata untuk sepatu, melainkan mencakup kebutuhan lain seperti seragam, perlengkapan makan, dan fasilitas operasional sekolah. Setiap siswa diperkirakan akan menerima empat pasang sepatu (PDL, PDH, olahraga, dan harian) serta guru akan mendapatkan sepatu khusus. Rincian perkiraan anggaran dapat dilihat pada tabel berikut:

🔖 Baca juga:
Gelombang OTT Kepala Daerah Memicu Seruan Evaluasi Pilkada Langsung, Tito Karnavian Tegaskan Rakyatlah Penentu
Kebutuhan Jumlah Pasang Estimasi Biaya (Rp)
Sepatu PDL (Pantofel Dasar Layanan) 39.345 ~140.000.000
Sepatu PDH (Pantofel Dasar Harian) 39.345 ~140.000.000
Sepatu Olahraga 39.345 ~210.000.000
Sepatu Harian 39.345 ~200.000.000
Total Estimasi 157.380 ~27.5 miliar

Data tersebut menegaskan bahwa perhitungan Rp700 ribu per pasang merupakan perkiraan kasar yang mencakup semua kategori sepatu serta biaya administrasi dan logistik. Pemerintah menegaskan bahwa proses lelang akan mengutamakan transparansi dan efisiensi, sehingga harga final diharapkan lebih kompetitif.

Reaksi warganet tetap hangat. Sebagian menilai klarifikasi Stradenine dan Gus Ipul sudah cukup untuk meredam kecurigaan, sementara yang lain menuntut audit lebih mendalam atas seluruh rangkaian pengadaan. Kementerian Sosial menyatakan komitmen untuk mengawasi proses lelang, mencegah praktik korupsi, dan memastikan manfaat program tepat sasaran.

Secara keseluruhan, situasi ini menyoroti pentingnya komunikasi yang jelas antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat. Klarifikasi yang tepat waktu dari Stradenine serta penjelasan anggaran oleh Gus Ipul membantu menurunkan ketegangan publik, sekaligus menegaskan kembali bahwa program Sepatu Sekolah Rakyat masih berada pada tahap perencanaan dengan prosedur pengadaan yang transparan.

🔖 Baca juga:
Ramalan Cuaca Hari Ini: Cerah di Jakarta Pagi, Hujan Lebat di Jawa Barat & DIY, serta Potensi Badai di Sumatra Utara

Dengan pengawasan ketat dan mekanisme lelang terbuka, diharapkan anggaran Rp27 miliar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan siswa, tanpa menimbulkan persepsi biaya yang berlebihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *