Kesehatan

Gejala dan Tanda Bahaya Hantavirus yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar MV Hondius

×

Gejala dan Tanda Bahaya Hantavirus yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar MV Hondius

Share this article
Gejala dan Tanda Bahaya Hantavirus yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar MV Hondius
Gejala dan Tanda Bahaya Hantavirus yang Tewaskan 3 Orang di Kapal Pesiar MV Hondius

GemaWarta – 06 Mei 2026 | Kasus dugaan hantavirus muncul secara mendadak di kapal pesiar MV Hondius milik Oceanwide Expeditions yang berlayar di lepas pantai Tanjung Verde, Afrika Barat. Tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia, sementara sejumlah lainnya mengalami gejala ringan hingga kritis. Penemuan ini menimbulkan kepanikan di antara sekitar 150 penumpang dan awak kapal yang masih berada di atas kapal dan belum diizinkan berlabuh.

World Health Organization (WHO) mencatat total tujuh kasus terkait wabah tersebut pada tanggal 4‑5 Mei 2026, terdiri dari dua kasus terkonfirmasi melalui laboratorium dan lima kasus suspek. Dari jumlah tersebut, tiga orang telah meninggal, satu pasien berada dalam kondisi kritis, dan tiga lainnya melaporkan gejala ringan. WHO menegaskan bahwa risiko penyebaran ke masyarakat umum masih rendah, namun pemantauan intensif tetap dilakukan.

🔖 Baca juga:
Algoritma Media Sosial Tak Boleh Kebal Hukum: Pakar UNM Peringatkan Bahaya dan Tuntut Tanggung Jawab

Kapal berbendera Belanda ini kini berada dalam status karantina di Samudra Atlantik. Seluruh penumpang diminta tetap berada di dalam kabin, sementara dua awak kapal berkewarganegaraan Inggris dan Belanda dijadwalkan dievakuasi secara bertahap. Seorang penumpang asal Inggris telah dirawat di rumah sakit Afrika Selatan. Institut kesehatan Belanda (RIVM) mengonfirmasi keberadaan virus pada setidaknya satu pasien, termasuk salah satu korban meninggal.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang pertama kali diidentifikasi pada 1970‑an di Korea Selatan. Virus ini menyebar terutama melalui aerosol yang terbentuk dari urine, feses, atau air liur tikus dan hewan pengerat lain yang terinfeksi. Penularan antar manusia sangat jarang, kecuali pada strain tertentu seperti Andes virus. Paparan biasanya terjadi saat membersihkan area yang terkontaminasi atau menghirup debu yang mengandung partikel virus.

Gejala awal hantavirus tidak spesifik dan menyerupai flu biasa, sehingga sulit dideteksi pada tahap pertama. Gejala umum meliputi:

  • Demam tinggi
  • Kelelahan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah

Gejala tersebut biasanya muncul dalam 1‑8 minggu setelah terpapar. Dalam beberapa hari, kondisi dapat memburuk menjadi batuk, sesak napas, dan penumpukan cairan di paru‑paru, yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

🔖 Baca juga:
Menteri Pertanian Umumkan Stop Impor Solar, Dorong B50 Berbasis Sawit, dan Pantau Stok Beras Tertinggi di BULOG

HPS memiliki tingkat kematian tinggi, berkisar antara 20‑40 % tergantung pada kecepatan penanganan. Pada kasus paling parah, kebocoran cairan ke paru‑paru menyebabkan edema pulmonal dan gagal napas akut. Bentuk lain, Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS), menyerang ginjal dan dapat berujung pada kegagalan ginjal.

Berikut data global terkait hantavirus yang relevan dengan wabah saat ini:

Region Kasus HPS per tahun Kasus HFRS per tahun
Kanada ≈200
Amerika Serikat ≈890 (1993‑2023)
Asia & Eropa ≈10.000‑100.000 (global) Beragam

Saat ini belum ada terapi antivirus spesifik untuk hantavirus. Penanganan medis berfokus pada perawatan suportif, termasuk pemberian cairan intravena, ventilasi mekanik bila diperlukan, serta pemantauan ketat terhadap fungsi paru dan ginjal. Karena tidak ada obat khusus, pencegahan menjadi strategi utama.

Langkah pencegahan yang dapat diambil meliputi:

🔖 Baca juga:
Billie Eilish Justin Bieber: Kenangan Remaja dan Momen Mengharukan di Coachella 2026
  • Menghindari kontak dengan tikus dan sarang mereka
  • Membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi dengan menggunakan masker respirator dan disinfektan
  • Menjaga kebersihan lingkungan, terutama di ruangan tertutup dengan ventilasi terbatas seperti kapal laut

Kasus serupa pernah terjadi pada Februari 2025, ketika istri aktor Gene Hackman, Betsy Arakawa, meninggal akibat infeksi hantavirus setelah ditemukan sarang tikus di kediamannya. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat sepuluh kasus konfirmasi pertama pada tahun 2025, tersebar di beberapa provinsi termasuk Yogyakarta, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

Dengan situasi yang masih berkembang, otoritas kesehatan internasional terus memantau perkembangan wabah ini dan menyiapkan protokol darurat bila diperlukan. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama pada lingkungan yang berisiko tinggi terhadap paparan tikus, dan melaporkan gejala awal yang menyerupai flu kepada tenaga medis sesegera mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *