Kesehatan

Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: Tiga Korban, Penularan, dan Upaya Penanggulangan

×

Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: Tiga Korban, Penularan, dan Upaya Penanggulangan

Share this article
Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: Tiga Korban, Penularan, dan Upaya Penanggulangan
Misteri Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius: Tiga Korban, Penularan, dan Upaya Penanggulangan

GemaWarta – 04 Mei 2026 | Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi bahwa enam penumpang kapal pesiar MV Hondius, yang berlayar dari Ushuaia, Argentina menuju Cape Verde, terjangkit hantavirus. Dari jumlah tersebut, tiga orang meninggal dunia, satu berada di unit perawatan intensif di Johannesburg, dan dua lainnya masih dalam pengawasan medis.

Hantavirus merupakan virus zoonosis yang biasanya menyebar melalui ekskresi (urine, kotoran, atau air liur) hewan pengerat seperti tikus Norwegia. Penularan pada manusia terjadi ketika partikel virus terhirup bersama udara yang tercemar. Meski jarang, virus ini dapat menular melalui luka terbuka akibat gigitan atau cakaran hewan pengerat.

🔖 Baca juga:
BPOM Gencarkan Pengawasan Nutri‑Level, Label Gizi, dan Program Makanan Gratis di Tengah Tantangan Anggaran

Berikut data epidemiologis utama yang dicatat WHO dan lembaga kesehatan internasional:

  • Kasus terkonfirmasi positif: 1 (dari enam penumpang yang terinfeksi).
  • Kasus dugaan yang masih dalam penyelidikan: 5.
  • Korban meninggal: 3 (dua pasangan suami‑istri warga Belanda dan satu penumpang berusia 70 tahun).
  • Pasien kritis di ICU: 1 (berusia 69 tahun, istri korban pertama).

Gejala hantavirus dapat bervariasi, tergantung pada galur virus yang menginfeksi. Dua bentuk klinis paling dikenal adalah:

  1. Hepatitis febril berat (HFRS) – biasanya muncul dengan demam tinggi, nyeri otot, dan perdarahan.
  2. Hantavirus pulmonary syndrome (HPS) – ditandai oleh gejala pernapasan berat, sesak napas, dan gagal napas yang dapat berakibat fatal.

Menurut data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), diperkirakan ada 150.000 kasus HFRS tiap tahun, dengan konsentrasi tertinggi di Eropa dan Asia. Di Amerika Serikat, sejak 1993 hingga 2023 tercatat 890 kasus hantavirus.

Para ahli menyoroti tiga skenario utama yang mungkin menjelaskan penyebaran virus di dalam kapal:

🔖 Baca juga:
Bayi Nyaris Hilang di RSHS Bandung: Kecurigaan Transfer Uang, Penangguhan Perawat, dan Tanggapan Kementerian
  • Kontaminasi internal: Tikus terinfeksi dapat mengakses ruang penyimpanan makanan, kabin, atau area tertutup lainnya, meninggalkan ekskresi yang terakumulasi di permukaan.
  • Paparan luar kapal: Penumpang atau awak kapal dapat terpapar virus saat berada di daratan, mengingat masa inkubasi hantavirus dapat berlangsung selama beberapa minggu.
  • Transmisi antar manusia: Meskipun sangat jarang, kemungkinan penularan dari satu orang ke orang lain tidak dapat dikesampingkan sepenuhnya.

Hingga kini belum ada antivirus khusus untuk hantavirus. Penanganan medis berfokus pada dukungan intensif, termasuk ventilasi mekanik bagi penderita HPS dan perawatan cairan serta obat pengontrol tekanan darah bagi kasus HFRS. Pencegahan tetap menjadi strategi utama.

Berikut langkah-langkah pencegahan yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan:

  • Mengunci akses hewan pengerat ke area kapal dan pelabuhan.
  • Menggunakan alat pelindung diri (masker N95, sarung tangan) saat membersihkan area yang dicurigai terkontaminasi.
  • Membersihkan dan mendisinfeksi permukaan secara rutin dengan desinfektan yang efektif terhadap virus.
  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta menyimpan makanan dalam wadah tertutup.

Kasus MV Hondius menambah catatan sejarah penularan hantavirus di lingkungan tertutup, mengingat insiden serupa pernah terjadi pada Februari 2025 ketika seorang istri aktor Oscar, Gene Hackman, meninggal karena HPS setelah terpapar tikus di kediamannya. Kejadian tersebut mempertegas pentingnya kesadaran publik terhadap risiko zoonosis di ruang domestik maupun komersial.

WHO bersama otoritas kesehatan Afrika Selatan terus melakukan penyelidikan genetik virus untuk mengidentifikasi sumber asalnya serta memetakan jalur penularannya. Koordinasi lintas negara juga sedang dibangun untuk memfasilitasi evakuasi pasien dan penyaluran perawatan intensif.

🔖 Baca juga:
Dirut RSHS Bandung Ungkap Kronologi Bayi Nyaris Tertukar, Klaim Penyelesaian Kekeluargaan Telah Selesai

Dengan meningkatnya mobilitas internasional, khususnya di sektor pelayaran, ancaman penyakit zoonotik seperti hantavirus memerlukan perhatian khusus. Upaya pencegahan, deteksi dini, dan respons medis yang cepat menjadi kunci untuk mengurangi mortalitas dan menghentikan penyebaran lebih lanjut.

Kasus ini menjadi peringatan penting bagi industri pariwisata laut, otoritas kesehatan, dan penumpang untuk selalu waspada terhadap potensi kontaminasi hewan pengerat serta mengimplementasikan protokol kebersihan yang ketat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *