GemaWarta – 09 Mei 2026 | Hantavirus adalah kelompok virus yang dibawa oleh hewan pengerat seperti tikus. Virus ini dapat menyebabkan penyakit berat hingga kematian pada manusia, terutama jika tidak segera ditangani.
Penularan hantavirus biasanya terjadi ketika seseorang menghirup partikel virus di udara yang berasal dari urin, feses, maupun air liur tikus, terutama di ruang tertutup. Virus juga dapat masuk melalui luka terbuka pada kulit, meskipun kasus seperti ini lebih jarang terjadi dibandingkan penularan lewat udara.
Gejala hantavirus dapat berbeda-beda tergantung pada jenis virus yang menyebabkan infeksi. Namun, gejala umumnya meliputi demam, sakit kepala, dan nyeri otot. Dalam beberapa kasus, hantavirus dapat menyebabkan sindrom paru hantavirus (HPS) yang dapat menyebabkan gagal paru dan jantung.
Untuk mencegah penularan hantavirus, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi. Selain itu, penting juga untuk mengenakan alat pelindung diri seperti masker dan sarung tangan ketika bekerja di area yang terkontaminasi.
Baru-baru ini, terdapat laporan tentang wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar di Samudra Atlantik. Dalam kejadian tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan beberapa orang lainnya dilaporkan jatuh sakit.
Sementara itu, peneliti dari University of Bath sedang mengembangkan vaksin baru untuk melawan hantavirus. Vaksin ini masih dalam tahap pengembangan dan belum tersedia untuk digunakan secara luas.
Dalam beberapa tahun terakhir, terdapat 23 kasus hantavirus yang terkonfirmasi di Indonesia, dengan mayoritas kasus terjadi di DKI Jakarta dan DI Yogyakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus melakukan pemantauan dan pengawasan untuk mencegah penularan hantavirus di Indonesia.
Kesimpulan, hantavirus adalah kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit berat hingga kematian pada manusia. Penting untuk menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak dengan hewan pengerat yang terinfeksi untuk mencegah penularan hantavirus.











