GemaWarta – 01 Mei 2026 | Angkot AC Depok akan menghentikan layanannya pada Sabtu, 2 Mei 2026. Pengumuman resmi disampaikan melalui media sosial PT Comuter Anak Bangsa (CAB), operator yang mengelola armada modern berbasis mobil Confero S dengan sistem pembayaran cashless.
Operasional layanan ini sepenuhnya bersifat swasta, tanpa subsidi langsung dari Pemerintah Kota Depok. Hal ini ditegaskan oleh Dodi, Koordinator Lapangan PT CAB, yang menambahkan bahwa bila ada kerja sama, bentuknya bisa berupa subsidi non‑uang seperti pemotongan KIR atau keringanan pajak.
Rute utama angkot melayani perjalanan antara Terminal Depok dan Terminal Jatijajar. Pada awal peluncuran, tarif ditetapkan Rp1.000, namun seiring kenaikan biaya operasional, tarif dinaikkan menjadi Rp9.000 per perjalanan. Berikut rangkuman perubahan tarif:
| Periode | Tarif (Rp) |
|---|---|
| Pembukaan layanan | 1.000 |
| Peningkatan terakhir | 9.000 |
Kenaikan tarif menimbulkan kekhawatiran akan penurunan jumlah penumpang. Dodi mengungkapkan bahwa selama operasional, angkot ini selalu penuh penumpang dan menjadi pilihan utama warga yang ingin menghindari biaya ganda untuk ojek online atau angkot lain.
Para sopir yang mengoperasikan armada D10A telah menyiapkan perpisahan kepada penumpang. Mereka menyampaikan bahwa kehilangan pekerjaan akan berdampak pada keluarga, mengingat sebagian besar pengemudi mengandalkan pendapatan harian dari layanan ini.
Pemerintah Kota Depok, melalui Dinas Perhubungan, diminta untuk meninjau kemungkinan bantuan atau kebijakan transisi. Dodi berharap agar wali kota dapat memberikan subsidi atau insentif lain sehingga layanan dapat tetap berlanjut, atau setidaknya membantu para pengemudi beralih ke pekerjaan lain.
Menjelang penutupan layanan, kota Depok juga bersiap menyambut Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026. Pada hari libur nasional tersebut, sistem ganjil‑genap di Jakarta tidak diberlakukan, sehingga mobilitas warga di wilayah Jabodetabek diprediksi akan meningkat. Kondisi ini menambah tekanan pada jaringan transportasi umum, termasuk alternatif yang masih tersedia di Depok.
Jika layanan Angkot AC Depok benar‑benar berakhir, warga diharapkan beralih ke moda transportasi lain seperti angkot konvensional, bus kota, atau layanan ride‑hailing. Namun, kenaikan tarif dan keterbatasan kapasitas pada moda alternatif dapat menambah beban biaya transportasi harian.
Kesimpulannya, penutupan Angkot AC Depok pada 2 Mei 2026 menandai berakhirnya satu layanan transportasi swasta yang selama ini menjadi andalan ribuan penumpang. Dialog antara PT CAB, pemerintah kota, dan para pengemudi menjadi kunci untuk menemukan solusi yang meminimalisir dampak sosial dan ekonomi.











