GemaWarta – 06 Mei 2026 | Rio Branco, Acre – Pada Selasa, 5 Mei 2026, sebuah insiden penembakan terjadi di Instituto São José, sebuah sekolah menengah negeri di ibukota negara bagian Acre, Brasil. Seorang siswa berusia 13 tahun mengaku melakukan serangan bersenjata api yang menewaskan dua staf wanita dan melukai seorang siswa berusia 11 tahun serta seorang staf lainnya.
Menurut pernyataan resmi pemerintah negara bagian, pelaku mengaku menggunakan pistol milik ayah tirinya, yang kemudian juga ditahan oleh pihak berwenang. Polisi melaporkan bahwa senjata tersebut ditemukan di rumah keluarga pelaku dan bahwa ayah tirinya telah diproses karena kepemilikan ilegal serta kelalaian mengamankan senjata.
Kejadian ini berujung pada evakuasi darurat. Saksi mata, Eduardo Rodrigues Cavalcante, resepsionis hotel yang terletak di sebelah sekolah, menggambarkan situasi kacau: “Dinding pemisah setinggi enam meter (sekitar 20 kaki) menjadi satu-satunya jalur pelarian bagi sebagian siswa. Hanya satu orang berhasil melompat ke hotel, sementara sisanya terpaksa bersembunyi di atap sekolah menunggu bantuan.”
Korban tewas merupakan dua pegawai perempuan yang langsung dinyatakan meninggal di lokasi. Korban lain, seorang staf perempuan, dan seorang siswi berusia 11 tahun yang tertembak di kaki, berhasil dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk perawatan lanjutan. Identitas lengkap korban tidak diungkapkan untuk menghormati privasi keluarga.
Gubernur Acre, Mailza Assis, menyampaikan rasa solidaritasnya melalui pernyataan resmi: “Negara bagian mengekspresikan kesedihan mendalam kepada keluarga korban, komunitas Instituto São José, dan semua tenaga pendidik yang terdampak oleh tragedi ini.” Ia menambahkan bahwa semua sekolah di Acre akan menutup kegiatan belajar mengajar selama tiga hari, sementara tim dukungan psikologis telah dikerahkan untuk membantu siswa dan guru yang mengalami trauma.
Insiden ini menambah panjang daftar serangan terhadap lembaga pendidikan di Brasil dalam beberapa tahun terakhir. Berikut beberapa contoh yang tercatat:
- September 2025: Dua remaja ditembak mati dan tiga lainnya terluka di sebuah sekolah di negara bagian Ceará.
- Oktober 2023: Penembakan di sekolah São Paulo menewaskan seorang siswa berusia 17 tahun dan melukai tiga orang.
- April 2023: Seorang pria berusia 25 tahun memasuki pusat penitipan anak di Santa Catarina, menewaskan empat anak usia 3-7 tahun dengan kapak.
- 2022: Mantan siswa bersenjakan pistol semi‑otomatis dan revolver menewaskan empat orang serta melukai 12 orang di dua sekolah berbeda.
Peningkatan frekuensi kekerasan di lingkungan pendidikan menimbulkan kekhawatiran keamanan nasional. Analisis pakar keamanan menunjukkan bahwa faktor akses mudah terhadap senjata api, gangguan mental pada remaja, serta kurangnya pengawasan ketat di lingkungan rumah menjadi penyebab utama.
Pihak kepolisian Acre masih menyelidiki motif di balik serangan ini. Sementara itu, langkah-langkah preventif tambahan sedang dipertimbangkan, termasuk peninjauan kembali peraturan kepemilikan senjata bagi anggota keluarga di bawah umur dan peningkatan program konseling di sekolah.
Kasus penembakan sekolah Brazil ini menegaskan kembali pentingnya kebijakan keamanan yang lebih ketat dan dukungan psikologis bagi generasi muda. Upaya kolaboratif antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat luas diperlukan untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.









