GemaWarta – 10 Mei 2026 | Pelaksanaan tes seleksi manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih berbasis Computer Assisted Test (CAT) telah menjadi perhatian setelah muncul sejumlah keluhan terkait gangguan teknis. Banyak peserta mengaku jawaban yang telah dipilih tiba-tiba berubah sendiri di sistem. Masalah ini menjadi perhatian karena dialami oleh cukup banyak peserta.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, seorang peserta mengaku mengalami kendala saat mengikuti ujian CAT manajer Kopdeskel Merah Putih. Ia menyebut jawaban yang sudah dipilih dan disimpan mendadak berubah ketika kursor diarahkan kembali.
Pemerintah pun memberikan tanggapan terkait persoalan tersebut. Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebagai pelaksana teknis rekrutmen. Farida menjelaskan proses seleksi dilakukan menggunakan fasilitas kantor regional BKN yang tersebar di 26 provinsi.
Badan Kepegawaian Negara turut menjelaskan persoalan yang terjadi selama tes CAT manajer Kopdes. Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, menyebut pihaknya menerima sejumlah laporan kendala di lapangan, termasuk soal keterbatasan waktu dalam menyelesaikan ujian.
Farida menegaskan bahwa seleksi manajer Kopdes tidak menyediakan jalur titipan atau orang dalam. Menurutnya, jika ada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang, maka hal tersebut dipastikan merupakan bentuk penipuan.
Kesimpulan dari permasalahan ini adalah bahwa pemerintah telah melakukan upaya untuk memperbaiki kendala teknis yang terjadi selama tes seleksi manajer Kopdes. Pemerintah juga menegaskan bahwa seleksi dilakukan secara adil dan transparan, tanpa ada jalur titipan atau orang dalam.











