BERITA

Polemik Homeless Media: Bakom RI Dituding Pencatutan Nama

×

Polemik Homeless Media: Bakom RI Dituding Pencatutan Nama

Share this article
Polemik Homeless Media: Bakom RI Dituding Pencatutan Nama
Polemik Homeless Media: Bakom RI Dituding Pencatutan Nama

GemaWarta – 09 Mei 2026 | Baru-baru ini, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mendapat sorotan karena pernyataan Kepala Bakom, Muhammad Qodari, terkait kerja sama dengan sejumlah homeless media. Homeless media sendiri merupakan entitas media yang beroperasi tanpa situs web resmi dan mengandalkan platform media sosial dalam penyebaran konten.

Qodari menyatakan bahwa Bakom menjalin kerja sama dengan homeless media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) untuk meningkatkan kualitas produk para new media seperti media konvensional. Namun, pernyataan ini menuai pro dan kontra, serta mempertanyakan keabsahan pernyataan Qodari.

🔖 Baca juga:
Monterrey: Pintu Gerbang Migran, Logistik, dan Tantangan Keamanan Menjelang Piala Dunia

Beberapa media digital yang diklaim digandeng Bakom mengaku dicatut namanya secara sepihak. Hal ini menimbulkan pertanyaan soal transparansi dan dasar dari pernyataan yang dilontarkan Qodari. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, kemudian memberikan klarifikasi terkait polemik ini.

Kurnia menjelaskan bahwa awal mula pertemuan antara Bakom dan homeless media yang tergabung dalam INMF bermula dari permohonan audiensi yang dilakukan INMF pada Selasa, 5 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, INMF memperkenalkan diri sekaligus menjelaskan konsep new media serta tujuan organisasi mereka.

Bakom kemudian mengajukan sejumlah pertanyaan mengenai mekanisme kerja new media, termasuk terkait prinsip cover both sides yang umum diterapkan media konvensional. INMF menjelaskan bahwa mereka menggunakan metode verifikasi dalam proses kerja jurnalistik mereka.

🔖 Baca juga:
PT KAI Tegaskan Tutup Perlintasan Liar yang Dikuasai Ormas, Janji Tingkatkan Keamanan Jalur Kereta

Qodari juga menyebutkan bahwa masih ada beberapa isu yang harus disettle antara new media dengan Dewan Pers dan media konvensional. Namun, pandangan Bakom adalah bahwa new media perlu dijangkau agar dapat meningkatkan kualitas dan standar supaya produknya makin berkualitas.

Penyebutan sejumlah nama new media dalam konferensi pers Bakom pada Rabu, 6 Mei 2026, berasal dari dokumen yang sebelumnya diberikan INMF kepada Bakom. Namun, beberapa media yang disebutkan dalam daftar tersebut membantah telah bekerja sama dengan Bakom.

Founder media Bapak2ID, James Jan Markus, misalnya, mengatakan bahwa pihaknya tidak menjalin kerja sama dan tidak pernah hadir dalam acara jumpa pers pada Rabu, 6 Mei 2026. Beberapa media lainnya seperti Folkative dan Indozone juga membantah keterlibatan mereka dalam program bentukan Bakom RI.

🔖 Baca juga:
Pembatalan dan Kontroversi: Dari Pembangunan Energi Hingga Film dan Musik

Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan dasar dari pernyataan yang dilontarkan Qodari. Polemik ini juga memicu gelombang penolakan terhadap klaim Bakom RI yang mengumumkan telah merangkul sekitar 40 media digital yang tergabung dalam INMF untuk dijadikan mitra komunikasi strategis pemerintah.

Kesimpulan dari polemik ini adalah bahwa pernyataan Qodari tentang kerja sama dengan homeless media masih memerlukan klarifikasi dan transparansi lebih lanjut. Bakom RI perlu memberikan penjelasan yang lebih detail tentang dasar dan tujuan dari pernyataan tersebut, serta memastikan bahwa semua pihak yang terlibat telah memberikan persetujuan dan kesepakatan yang jelas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *