Ekonomi

Dividen Saham: Bajaj Auto, Adaro, dan Agung Podomoro Bagikan Dividen

×

Dividen Saham: Bajaj Auto, Adaro, dan Agung Podomoro Bagikan Dividen

Share this article
Dividen Saham: Bajaj Auto, Adaro, dan Agung Podomoro Bagikan Dividen
Dividen Saham: Bajaj Auto, Adaro, dan Agung Podomoro Bagikan Dividen

GemaWarta – 30 Mei 2026 | Dividen saham merupakan salah satu cara perusahaan untuk membagikan keuntungan kepada pemegang saham. Beberapa perusahaan seperti Bajaj Auto, Adaro, dan Agung Podomoro telah membagikan dividen kepada pemegang saham mereka. Bajaj Auto membagikan dividen sebesar Rs 150 per saham, sementara Adaro membagikan dividen sebesar Rp 3,57 triliun. Agung Podomoro, di sisi lain, memutuskan tidak membagikan dividen dan lebih memilih untuk menimbun laba.

Dividen saham dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi pemegang saham, terutama jika perusahaan memiliki rekam jejak yang baik dalam membagikan dividen. Namun, perlu diingat bahwa dividen saham juga dapat dipengaruhi oleh kinerja keuangan perusahaan dan kondisi pasar.

🔖 Baca juga:
Buyback Saham Adaro Siapkan Rp 5 Triliun: Langkah Besar yang Bisa Goyang Pasar Modal

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga membagikan dividen sebesar Rp 180 per saham. Sementara itu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) membagikan dividen sebesar USD 200 juta atau setara dengan Rp 3,57 triliun.

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham meski berhasil membukukan laba pada tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa, 26 Mei 2026 di Jakarta.

Di sisi lain, pergerakan indeks saham juga dapat mempengaruhi harga saham dan dividen. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Barito Renewables Energy Tbk, serta PT Barito Pacific Tbk sempat menopang laju indeks, namun tekanan dari saham PT Astra International Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Central Asia Tbk membuat IHSG berakhir di zona merah.

Investor asing tercatat melakukan jual bersih sekitar Rp1,89 triliun di pasar reguler. Sementara secara keseluruhan pasar, nilai jual bersih asing mencapai sekitar Rp1,60 triliun.

🔖 Baca juga:
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Bagi Dividen Jumbo US$450 Juta

MSCI juga membekukan seluruh perubahan terkait jumlah saham beredar, Foreign Inclusion Factor (FIF), Domestic Inclusion Factor (DIF), hingga perubahan komposisi indeks untuk saham GOTO dalam Tinjauan Indeks Mei 2026.

Dalam kesimpulan, dividen saham dapat menjadi sumber pendapatan yang stabil bagi pemegang saham, namun perlu diingat bahwa dividen saham juga dapat dipengaruhi oleh kinerja keuangan perusahaan dan kondisi pasar. Pemegang saham perlu memantau kinerja keuangan perusahaan dan kondisi pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *