GemaWarta – 24 Mei 2026 | Peluang penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mulai mendapat perhatian pelaku Koperasi di daerah. Dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir dinilai menjadi momentum baru untuk memperkuat kolaborasi antar Koperasi dan pelaku usaha lokal.
Salah satu yang turut mengikuti agenda tersebut yakni KospinMU Surya Mentari Pekalongan. General Manager KospinMU Surya Mentari, Mukti Widodo mengatakan, kepercayaan pemerintah melalui BLU LPDB kepada KospinMU sebagai “Kakak Asuh” KDKMP membuka peluang kemitraan yang lebih luas di daerah.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya berfokus pada akses pembiayaan koperasi, namun juga menciptakan ekosistem usaha yang melibatkan berbagai pihak mulai dari pemerintah, koperasi, supplier nasional hingga masyarakat. Dengan kepercayaan pemerintah melalui BLU LPDB kepada KospinMU untuk menjadi Kakak Asuh KDKMP, maka bertambah peluang kolaborasi dan kemitraan antara KospinMU, KDKMP, pemerintah, supplier nasional dan masyarakat.
Pola pendampingan tersebut menjadi langkah strategis agar koperasi desa mampu berkembang lebih profesional dan mandiri dalam menjalankan usaha produktif. Kehadiran koperasi pendamping juga diharapkan dapat membantu penguatan manajemen, akses jaringan usaha hingga pengembangan pasar.
Program pembiayaan Koperasi Merah Putih sendiri disiapkan pemerintah dengan skema bunga kompetitif sekitar 6 persen per tahun. Skema ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan koperasi sektor riil sekaligus meningkatkan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di daerah.
Di sisi lain, perhatian publik di media sosial juga tertuju pada tampilan penataan barang di dalam koperasi. Foto dan video yang memperlihatkan susunan produk di sejumlah KDMP ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang menilai tata letak barang terlihat tidak lazim dan berbeda dengan standar penataan toko ritel modern.
Sebagian kritik bahkan datang dari pengguna media sosial yang mengaku pernah bekerja di jaringan minimarket. Mereka menilai penempatan produk di rak tidak bisa dilakukan sembarangan hanya demi memenuhi ruang kosong atau menyusun barang berdasarkan warna semata. Kritik lainnya seperti penempatan produk minyak goreng yang persis di bawah pendingin AC sehingga rawan membuat produknya membeku.
Menurut mereka, penataan produk di toko sebenarnya berkaitan erat dengan ilmu merchandising dan penggunaan planogram. Secara umum, planogram adalah panduan penataan barang yang menggambarkan bagaimana produk ditempatkan di dalam toko ritel. Melalui planogram, peritel dapat menentukan posisi rak, jumlah barang yang dipajang, hingga kategori produk yang ditempatkan pada area tertentu.
Rancangan kurikulum perkoperasian pada jenjang SD, SMP, dan SMA telah diselesaikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Implementasi kurikulum tersebut ditargetkan sudah dapat dilakukan mulai tahun ajaran 2026/2027 ini. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, inisiasi memasukkan kurikulum perkoperasian ke sekolah dasar dan menengah sangat bagus, untuk memberikan pemahaman sacara mendalam terkait koperasi.
Langkah tersebut juga linier untuk mendukung salah satu program Presiden Prabowo Subianto terkait Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih. Tujuannya, agar pemahaman masyarakat tentang koperasi dan ekonomi kerakyatan semakin kuat. "Sekarang provinsi sudah menyiapkan kurikulum, dan saya ingin segera dilaksanakan mulai pendidikan dasar," kata Luthfi.
Kesimpulan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan koperasi sektor riil dan meningkatkan peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di daerah. Dengan dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir dan kepercayaan pemerintah melalui BLU LPDB kepada KospinMU sebagai “Kakak Asuh” KDKMP, diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antar Koperasi dan pelaku usaha lokal.











