HUKUM

Kuasa Hukum Richard Lee Soroti Perbedaan BAP dan Keterangan Saksi

×

Kuasa Hukum Richard Lee Soroti Perbedaan BAP dan Keterangan Saksi

Share this article
Kuasa Hukum Richard Lee Soroti Perbedaan BAP dan Keterangan Saksi
Kuasa Hukum Richard Lee Soroti Perbedaan BAP dan Keterangan Saksi

GemaWarta – 09 Agustus 2026 | Persidangan kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Kesehatan dan Perlindungan Konsumen yang menjerat dokter Richard Lee kembali digelar di Pengadilan Negeri Tangerang. Sidang beragenda pemeriksaan saksi itu diklaim menemukan sejumlah kejanggalan dalam keterangan saksi pelapor oleh tim kuasa hukum Richard Lee.

Kuasa hukum Richard Lee, Faizal Hafied, menilai terdapat perbedaan antara keterangan saksi yang disampaikan di ruang sidang dengan isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Menurutnya, pihaknya masih memiliki puluhan pertanyaan yang akan diajukan pada sidang lanjutan pekan depan guna menguji konsistensi keterangan saksi pelapor.

🔖 Baca juga:
Badan Gizi Nasional: Antara Pembangunan dan Korupsi

Di sisi lain, kasus yang melibatkan Febrie Adriansyah juga mengalami perkembangan. Kuasa hukum Febrie menyoroti kejanggalan serius pada Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) yang dikantongi oleh aparat penegak hukum. Menurut Febri Diansyah, praktik penggabungan penyidikan tindak pidana korupsi dan TPPU ke dalam satu dokumen Sprindik sama dinilai secara terang-terangan menabrak Penjelasan Pasal 74 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

🔖 Baca juga:
Skandal Kredit Rp600 Miliar: Tiga Petinggi KoinWorks Ditahan, Dugaan Korupsi Mengguncang Fintech Nasional

Perkara hukum yang melibatkan Nabila Gardena juga turut menjadi sorotan. Kuasa hukum Alwin Albar, Abdillah, menyebut narasi yang mengaitkan Nabila dengan perkara korupsi tata niaga timah tidak didukung fakta hukum. Menurut Abdillah, kliennya tidak terbukti menerima atau menikmati uang yang berasal dari perkara korupsi PT Timah.

🔖 Baca juga:
Taufik Hidayat dan Isu Hangat di Indonesia: Dari Judi Online hingga Banjir di Tangerang

Kesimpulan dari berbagai perkara hukum tersebut menunjukkan bahwa proses hukum di Indonesia masih memiliki banyak tantangan. Diperlukan kesadaran dan keteladanan dari para penegak hukum untuk meningkatkan kualitas dan kredibilitas sistem hukum di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *