GemaWarta – 01 Juni 2026 | Pengumuman Seleksi Nasional Berbasis Tulis (SNBT) 2026 telah menjadi topik hangat di kalangan mahasiswa dan calon mahasiswa. Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) membuka Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Jalur Mandiri 2026 untuk program sarjana reguler, kelas internasional, dan diploma. Menariknya, calon mahasiswa tidak harus memiliki nilai UTBK untuk mengikuti seleksi ini.
Pada 2026, Unsoed membuka dua skema seleksi mandiri, yakni SPMB Mandiri UTBK dan SPMB Mandiri Non-UTBK. Jalur non-UTBK memungkinkan peserta mengikuti seleksi menggunakan nilai rapor dan berbagai prestasi yang dimiliki selama sekolah. Selain mempertimbangkan capaian akademik, seleksi juga memperhitungkan prestasi kejuaraan hingga pengalaman organisasi.
Unsoed menyebut jalur mandiri juga mempertimbangkan aspek pengembangan institusi dan pengembangan wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). SPMB Mandiri UTBK diperuntukkan bagi pendaftar program sarjana reguler, kelas internasional, maupun diploma dengan komponen penilaian berupa nilai UTBK 2026, nilai rapor semester 1-5, indeks nilai sekolah, prestasi akademik dan nonakademik, serta pengalaman organisasi atau kepanitiaan.
Sementara itu, SPMB Mandiri Non-UTBK tidak menggunakan nilai UTBK. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor semester 1-5, indeks nilai sekolah, prestasi akademik maupun nonakademik, serta pengalaman organisasi dan kepanitiaan. Peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu jalur seleksi pada gelombang yang sama, baik jalur UTBK maupun non-UTBK.
Di sisi lain, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Yayasan Khouw Kalbe membuka pendaftaran Beasiswa SEHAT 2026 atau Sarana Edukasi untuk Harapan dan Aksi Tenaga Kesehatan. Program ini ditujukan bagi mahasiswi aktif Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kemenkes di seluruh Indonesia.
Beasiswa SEHAT menjadi bagian dari upaya transformasi sumber daya manusia kesehatan untuk memperkuat layanan kesehatan, terutama di wilayah Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK). Selain bantuan biaya pendidikan, penerima beasiswa juga akan mendapat pelatihan pengembangan kapasitas hingga mentoring.
Beasiswa ini dibuka untuk mahasiswi dari sejumlah program studi kesehatan, yakni: Keperawatan (Diploma dan Profesi) Kebidanan (Diploma dan Profesi) Gizi dan Dietetika (Diploma dan Profesi) Teknik Laboratorium Medik (Diploma) Fisioterapi (Diploma dan Profesi) Teknik Radiodiagnostik dan Radioterapi (Diploma)
Dalam berita lain, delapan pemain keturunan Timnas Indonesia harus absen dari skuad karena terkendala masalah sanksi FIFA serta kondisi cedera. Meski kehilangan delapan pemain pilar di atas, kekuatan Timnas Indonesia dipastikan tetap sangat kompetitif. John Herdman masih memiliki 14 pemain keturunan berkualitas mewah yang siap diturunkan untuk menggempur pertahanan Oman dan Mozambik.
Kesimpulan, berbagai berita terkini telah terungkap, mulai dari pengumuman SNBT 2026 hingga beasiswa kesehatan dan pemain sepak bola timnas Indonesia. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca.











