Religi

Tragedi Haji 2026: Jemaah Haji Pasuruan Meninggal di Madinah, Kemenhaj Ungkap Data Kesehatan

×

Tragedi Haji 2026: Jemaah Haji Pasuruan Meninggal di Madinah, Kemenhaj Ungkap Data Kesehatan

Share this article
Tragedi Haji 2026: Jemaah Haji Pasuruan Meninggal di Madinah, Kemenhaj Ungkap Data Kesehatan
Tragedi Haji 2026: Jemaah Haji Pasuruan Meninggal di Madinah, Kemenhaj Ungkap Data Kesehatan

GemaWarta – 28 April 2026 | Jemaah Haji Pasuruan, Komariyah Dul Tayib (85), dilaporkan meninggal dunia di Madinah pada Minggu (26/4/2026) akibat sesak napas. Kejadian ini menjadi salah satu dari dua korban meninggal yang diumumkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada konferensi pers tanggal 28 April 2026.

Kemenhaj mencatat bahwa hingga saat ini sebanyak 40.796 calon jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, dua orang jemaah dinyatakan wafat, yakni Rodiyah (68) dari Solo dan Komariyah Dul Tayib yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Kedua korban tersebut meninggal setelah tiba di Tanah Suci, menambah kekhawatiran tentang kondisi kesehatan jemaah yang berusia lanjut.

🔖 Baca juga:
Remaja Rizki, 17 Tahun, Jadi Jemaah Haji Termuda yang Menginspirasi Generasi Muda

Dalam penjelasan resmi, Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, menegaskan pentingnya disiplin menjaga kesehatan selama proses haji. “Kami mengajak seluruh jemaah untuk cukup istirahat, menjaga pola makan, dan segera melapor kepada petugas bila mengalami keluhan kesehatan,” ujar Maria. Ia menambahkan bahwa selama operasional haji tahun ini, telah tercatat 1.373 jemaah yang menjalani rawat jalan, 30 dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 54 dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi, serta 54 lainnya dirujuk ke fasilitas medis di wilayah Mekah dan Madinah.

Fasilitas kesehatan yang disiapkan oleh Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mencakup total 40 klinik di Mekah dan 5 klinik di Madinah. Setiap kelompok terbang (kloter) dilengkapi dengan satu dokter dan satu tenaga kesehatan, serta adanya Klinik Kesehatan Haji Indonesia yang beroperasi di kedua kota suci.

🔖 Baca juga:
Dari Cirebon ke Tanah Suci: Kisah Ili Menunaikan Haji Usai Sisihkan Hasil Jualan Es Setiap Hari
  • Total jemaah yang diberangkatkan: 40.796 orang
  • Jumlah jemaah yang wafat: 2 orang (Rodiyah, 68; Komariyah Dul Tayib, 85)
  • Jemaah yang dirujuk ke rumah sakit: 54 orang
  • Jemaah yang menjalani rawat jalan: 1.373 orang

Embarkasi Surabaya melaporkan bahwa pada hari 28 April 2026, sebanyak 9.111 jemaah telah berangkat dalam 24 kloter, menandakan 21% dari total rencana keberangkatan. Dari angka tersebut, satu jemaah asal Pasuruan tercatat wafat di Madinah, sementara lima jemaah lainnya ditunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan, tiga di antaranya dirawat di Rumah Sakit Haji dan satu dirawat di rumah.

Untuk menanggapi kematian Komariyah Dul Tayib, panitia telah menyiapkan proses penggantian (badal haji) serta klaim asuransi. Prosedur ini menunggu penerbitan Certificate of Death (COD) dari pemerintah Arab Saudi sebelum pencairan asuransi dapat diproses.

🔖 Baca juga:
Tragedi di Tanah Suci: Jemaah Haji Solo Wafat di Madinah Akibat Serangan Jantung

Kasus meninggalnya Jemaah Haji Pasuruan menegaskan kembali tantangan kesehatan yang dihadapi jemaah haji, terutama mereka yang berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit kronis. Kemenhaj berkomitmen meningkatkan pemantauan kesehatan, menyediakan fasilitas medis yang memadai, dan memastikan koordinasi antara tim medis Indonesia dan Arab Saudi demi keselamatan seluruh jemaah.

Dengan langkah-langkah preventif dan dukungan medis yang terus ditingkatkan, diharapkan pelaksanaan ibadah haji 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *