GemaWarta – 16 Juni 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau semakin meluas di wilayah Indonesia bagian selatan dalam sepekan ke depan. Sedangkan, sejumlah wilayah di Indonesia bagian utara masih berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Dalam prospek cuaca periode 16–22 Juni 2026, BMKG mencatat sebagian besar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara telah mengalami hari tanpa hujan dalam kategori menengah hingga sangat panjang. Sekitar 33,3 persen atau 233 Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah, termasuk Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Hujan sedang hingga lebat juga diprediksi terjadi di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sementara itu, BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat untuk Aceh, Sumatra Utara, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, dan Maluku Utara. Potensi angin kencang juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan sebagian wilayah Papua.
Di Jakarta, cuaca diperkirakan berawan hingga cerah berawan sepanjang hari. BMKG memprediksi potensi hujan ringan mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta mulai sekitar pukul 22.00 WIB hingga Rabu dini hari.
Kondisi cuaca yang tidak stabil ini dipengaruhi oleh aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial dan Gelombang Kelvin yang masih aktif di sejumlah wilayah Indonesia. Selain itu, sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra dan sekitar Selat Makassar mendukung pembentukan awan hujan.
BMKG juga memantau aktivitas gempa bumi yang terjadi di Sulawesi, dengan magnitudo 6,7. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, namun masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat.
Badan Penelitian dan Inovasi Nasional (BRIN) juga sedang melakukan penelitian tentang penggunaan pembakaran terencana sebagai strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan. Pembakaran terencana dapat membantu mengurangi akumulasi bahan bakar yang mudah terbakar dan mengurangi risiko kebakaran hutan.
Kondisi cuaca yang tidak stabil dan potensi kebakaran hutan ini perlu diwaspadai oleh masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk memantau informasi cuaca dan ikuti instruksi dari pemerintah setempat untuk menjaga keselamatan dan keamanan.
Kesimpulan, cuaca Indonesia dalam sepekan ke depan diperkirakan akan mengalami kemarau yang semakin meluas di wilayah selatan, sementara wilayah utara masih berpotensi hujan lebat. Masyarakat perlu waspada dan mengikuti instruksi dari pemerintah setempat untuk menjaga keselamatan dan keamanan.











