GemaWarta – 03 Agustus 2026 | Gempa bumi dengan kekuatan 7,1 skala richter yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, telah menewaskan setidaknya 38 orang. Bencana ini terjadi pada tanggal 28 Juli dan menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan bangunan di daerah tersebut.
Salah satu korban gempa bumi adalah seorang wanita berusia 70-an yang ditemukan meninggal dalam mobilnya. Ia diduga meninggal akibat heatstroke setelah mobilnya kehabisan bensin dan tidak dapat menggunakan AC. Kasus ini menambah daftar korban gempa bumi yang terus bertambah.
Gempa bumi ini juga menyebabkan lebih dari 9.400 warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi ke 406 pusat evakuasi. Mereka menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih dan listrik, karena lebih dari 79.700 rumah tangga masih terputus dari pasokan air dan sekitar 19.000 rumah tangga belum memiliki listrik.
Pemerintah Jepang telah mengaktifkan tim respons bencana dan menyediakan bantuan darurat bagi korban gempa bumi. Namun, proses pemulihan diperkirakan akan memakan waktu lama, karena kerusakan infrastruktur dan bangunan sangat parah.
Kematian akibat gempa bumi ini juga menimbulkan keprihatinan tentang bahaya heatstroke, terutama karena cuaca panas yang melanda daerah tersebut. Pemerintah setempat telah membagikan selebaran kepada warga yang mengungsi di mobil mereka, mengingatkan mereka untuk tetap di tempat yang sejuk dan minum cukup air untuk menghindari risiko heatstroke.
Dalam beberapa hari terakhir, tim penyelamat telah bekerja keras untuk mencari korban dan membersihkan puing-puing bangunan yang rusak. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membantu korban gempa bumi dan memulihkan daerah yang terkena bencana.











